Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gaya Hidup yang Ramah Lingkungan Diterapkan di IKN

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Gaya Hidup yang Ramah Lingkungan Diterapkan di IKN Doc: ISTIMEWA
Ket. MYRNA ASNAWATI SAFITRI Deputi bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN - Ibu Kota baru Indonesia harus diwujudkan sebagai kawasan hunian yang nyaman bagi semua.

PENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menerapkan gaya hidup ramah lingkungan di kawasan Kota Nusantara, Ibu Kota baru Indonesia yang dibangun pada sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Ibu Kota baru Indonesia harus diwujudkan sebagai kawasan hunian yang nyaman bagi semua," ujar Deputi bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, di Penajam, Rabu (28/8).

Seperti dikutip dari Antara, Myrna mengatakan Kota Nusantara menerapkan pengelolaan sampah berkelanjutan, sampah yang dihasilkan dikelola di tempat pengelolaan sampah terpadu yang dijalankan dengan prinsip ekonomi sirkular.

Dengan demikian, kata Myrna, selain mendatangkan manfaat ekonomi untuk masyarakat, juga sejalan dengan target pencapaian bebas sampah (zero waste) di Ibu Kota baru Indonesia.

Prinsip ekonomi sirkular merupakan konsep memaksimalkan nilai penggunaan suatu produk dan komponennya secara berulang, sehingga tidak ada sumber daya yang terbuang.

Sebelum sampah atau limbah terbentuk sudah diminimalisasi agar jangan sampai sampah atau limbah tersebut terbentuk. OIKN lebih bijaksana dalam pencegahan, sehingga sampah yang terbentuk tidak akan banyak di Ibu Kota baru Indonesia.

"Kota Nusantara minim sampah dengan menerapkan perilaku bijak dalam berbelanja untuk minimalisasi sisa produk," ujarnya.

Minim sampah melalui induksi pengelolaan sampah Kota Nusantara, lanjut dia, yakni tidak menggunakan botol minuman dan wadah makanan sekali pakai. Kemudian, tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai dan tidak menyisakan makanan agar tidak menjadi sampah.

"Tempat sampah yang tersedia sudah dibagi tiga wadah, jadi buang sampah sesuai jenis, yakni sampah organik, sampah dapat didaur ulang dan sampah lainnya," katanya.

Butuh Kolaborasi

Menurut Myrna, sistem pengelolaan sampah dan limbah di Kota Nusantara bekerja sama dengan institusi dan dinas teknis terkait, dan dibutuhkan kolaborasi warga yang tinggal di Ibu Kota baru Indonesia.

Sebelumnya, Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menargetkan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di IKN beroperasi Agustus 2024.

IPAL yang sudah mulai dibangun berada di tiga lokasi yakni IPAL 1, 2, dan 3 dengan total kapasitas 5.000 m3/hari melayani Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Konstruksi IPAL 1, 2, dan 3 di IKN sudah mulai dikerjakan sejak awal Desember 2023. Anggaran pembangunannya sebesar 638,8 miliar rupiah.

Skema pengolahan air limbah IKN Nusantara menggunakan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR), yang mana air limbah domestik dialirkan melalui jaringan perpipaan menuju IPAL untuk diolah secara terpadu dengan TPST, sehingga menghasilkan standar influen (baku mutu) yang memenuhi persyaratan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

47 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.