Fakta Tragedi KM Barcelona! 571 Penumpang Dievakuasi, Manifes Cuma Catat 280
📅 Selasa, 22 Jul 2025, 08:07 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Antara Foto
Minahasa Utara - Kebakaran hebat menimpa kapal motor KM?Barcelona?5 di perairan Talise, Minggu siang (20/7), menimbulkan luka mendalam dan meninggalkan sejumlah pertanyaan kritis. Data terbaru menunjukkan 571 orang berhasil dievakuasi, lebih dari dua kali lipat jumlah yang tercantum di manifes.
Evakuasi Dramatis di Tengah Laut
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh penumpang dan awak kapal. Total, tercatat 571 orang dievakuasi 568 selamat dan 3 meninggal, termasuk seorang ibu hamil. Korban dibawa ke beberapa lokasi penyelamatan seperti Pelabuhan Munte Likupang, Dermaga Bakamla Serei, dan Pelabuhan Manado.
Kantor SAR Manado mencatat rincian pengevakuasian 56 orang lewat KN SAR Bima Sena (termasuk 1 meninggal), 15 lewat RIB Basarnas, ditambah 33 oleh unsur gabungan lainnya. Di Dermaga Bakamla Serei, 263 dievakusi (termasuk 2 korban meninggal), dan 155 dijemput keluarga. Di Manado, 202 orang diangkut via KM Barcelona III dan Express Bahari.
Manifes dan Jumlah Nyata yang Jauh Berbeda
Tragedi ini mengungkap kesenjangan mencolok antara data resmi manifes dan kondisi lapangan. Manifes menyebutkan hanya ada 280 penumpang dan 15 awak kapal, tetapi evakuasi menunjukkan 571 orang hadir di atas kapal saat insiden terjadi. Artinya, jumlah penumpang nyaris dua kali lipat dari seharusnya.
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai perbedaan angka manifest apakah akibat overloading, catatan yang tak akurat, atau luka administrasi lainnya.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Menurut Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, kebakaran diduga bermula dari salah satu kamar penumpang, dengan cepat menyebar karena asap dan api yang langsung memicu kepanikan. Namun dipastikan bahwa api berhasil dipadamkan setelah evakuasi dilakukan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Kemenhub) menyatakan bahwa seluruh penumpang tercatat di manifes telah ditemukan, baik yang selamat maupun meninggal dunia. Kemenhub juga memastikan kapal masih berada di lokasi dan dalam pengawasan, sementara prioritas utama saat ini adalah keselamatan dan penanganan medis bagi korban.
Insiden KM Barcelona 5 mengundang sorotan tajam tentang praktik keselamatan kapal penumpang, dimana overloading bisa jadi penyebab utama ketidakakuratan manifes dan berpotensi membahayakan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!