Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi RI Kuartal I-2023 Diperkirakan Melemah Menjadi 4,94 Persen

📅 Jumat, 05 Mei 2023, 00:02 WIB | Oleh:
Ekonomi RI Kuartal I-2023 Diperkirakan Melemah Menjadi 4,94 Persen Doc: ANTARA
Ket. Pekerja berjalan di terowongan proyek pembangunan jalur MRT Jakarta fase 2A CP201 di kawasan Monas, Jakarta, baru-baru ini.

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 4,94 persen secara year on year (yoy) pada kuartal I-2023 atau melemah dibandingkan 5,01 persen pada kuartal IV-2022. Pelemahan terutama disebabkan oleh dampak inflasi tahunan yang relatif tinggi atau di atas kisaran target 2-4 persen.

"Pelemahan tersebut juga karena risiko perlambatan ekonomi global yang sedikit menghambat aktivitas konsumsi, investasi, dan ekspor," kata Ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman, dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Kamis (4/5).

Adapun pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2023 didukung oleh perbaikan perekonomian dalam negeri sebagaimana tampak dari konsumsi rumah tangga yang tumbuh seperti pada kuartal IV-2022.

"Pengeluaran pemerintah diperkirakan pulih dari kontraksi di kuartal IV-2022 menjadi membukukan pertumbuhan di kuartal I-2023 karena belanja material meningkat tajam," imbuh Faisal.

Sebagaimana konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi di kuartal I-2023 juga diperkirakan akan tumbuh datar dari kuartal IV-2022, sebagian besar ditopang oleh investasi nonbangunan dan infrastruktur, tapi investasi gedung dan struktur juga sudah tampak mulai membaik.

"Baik aktivitas ekspor maupun impor terlihat melemah, menyusul melambatnya aktivitas perdagangan global akibat prospek ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian sehingga membebani permintaan global secara keseluruhan," katanya.

Pertumbuhan Melambat

Adapun secara keseluruhan, Faisal memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,04 persen secara tahunan sepanjang 2023 atau melambat dibandingkan pertumbuhan pada 2022 sebesar 5,31 persen.

"Kami perkirakan sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 akan bergeser dari sektor eksternal ke sektor domestik. Kegiatan ekspor terlihat melemah seiring dengan perlambatan ekonomi global yang dipimpin oleh AS dan Eropa, tapi pembukaan kembali ekonomi Tiongkok dapat mendukung permintaan eksternal," katanya.

Konsumsi rumah tangga pada tahun 2023 juga akan tetap tumbuh ditopang oleh inflasi yang menurun berkat keberhasilan pemerintah dalam menjaga pasokan dan harga pangan, serta mencabut pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Pengeluaran pemerintah yang mengalami kontraksi di tahun 2022 di tengah penurunan realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional diperkirakan akan kembali tumbuh di tahun 2023.

"Konsolidasi fiskal atau kembalinya defisit fiskal ke bawah tiga persen dari PDB lebih cepat dari yang direncanakan, memberikan ruang bagi pemerintah untuk kembali ke kebijakan pro pertumbuhan. Persiapan Pemilu 2024 juga meningkatkan pengeluaran pemerintah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

35 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.