Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Global Melambat pada 2023 dengan Disertai Risiko Resesi

📅 Jumat, 21 Okt 2022, 00:00 WIB | Oleh:
Ekonomi Global Melambat pada 2023 dengan Disertai Risiko Resesi Doc: ISTIMEWA
Ket. Gubernur BI, Perry Warjiyo

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengatakan setelah membaik pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 diperkirakan akan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya, bahkan disertai dengan risiko resesi di beberapa negara.

"Pertumbuhan ekonomi global melambat disertai tekanan inflasi yang tinggi dan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global," kata Perry dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulan Oktober 2022 dengan Cakupan Triwulanan yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (20/10).

Seperti dikutip dari Antara, Perry membeberkan revisi ke bawah pertumbuhan ekonomi terjadi di sejumlah negara maju, terutama Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Tiongkok. Perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh berlanjutnya ketegangan geopolitik yang memicu fragmentasi ekonomi, perdagangan dan investasi, serta dampak pengetatan kebijakan moneter yang agresif.

Dampak rambatan dari fragmentasi ekonomi global diperkirakan akan menyebabkan perlambatan ekonomi di negara-negara pasar berkembang alias Emerging Markets (EMEs).

Gangguan Rantai Pasok

Sementara itu, kata Perry Warjiyo, tekanan inflasi dan inflasi inti global masih tinggi seiring dengan berlanjutnya gangguan rantai pasokan sehingga mendorong bank sentral di banyak negara menempuh kebijakan moneter yang lebih agresif.

"Kenaikan suku bunga acuan AS yang diperkirakan lebih tinggi dengan siklus yang lebih panjang alias higher for longer mendorong semakin kuatnya mata uang dollar AS sehingga memberikan tekanan pelemahan atau depresiasi terhadap nilai tukar di berbagai negara, termasuk Indonesia," tuturnya.

Dengan begitu, sambung dia, tekanan pelemahan nilai tukar tersebut semakin tinggi dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat, dan di negara pasar berkembang, termasuk Indonesia, diperberat pula dengan aliran keluar investasi portofolio asing.

Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memprediksi resesi global akan mulai terjadi pada tahun 2023, yang disebabkan adanya kenaikan suku bunga acuan secara agresif oleh bank sentral di berbagai negara guna meredam laju inflasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Gen Z Jakarta Harus Banyak ...
Megapolitan
Pemerintah Kota Bogor Lanju...
Luar Negeri
Indonesia Usul MoU Kemitraa...
Olahraga
Akankah Lahir Sejarah di St...
Nasional
TNI Pamer PDU Baru Saat Upa...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.