Ekonom: Momen Ramadan Idulfitri Dorong Pertumbuhan Ekonomi
📅 Selasa, 24 Mar 2026, 21:15 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Ekonom Center of Reform on Economics, Yusuf Rendy Manilet, memaparkan momentum Ramadan dan Idulfitri mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai periode tersebut menjadi faktor utama peningkatan konsumsi masyarakat yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi domestik nasional.
Yusuf menuturkan bahwa lonjakan permintaan barang dan jasa selama Ramadan memperkuat kinerja ekonomi pada kuartal berjalan.
“Secara historis Ramadan dan Idulfitri selalu meningkatkan permintaan sehingga aktivitas ekonomi ikut terdorong lebih tinggi dari biasanya," tutur Yusuf.
Ia menekankan bahwa stimulus pemerintah tahun ini membantu menjaga daya beli masyarakat meskipun nilainya kecil dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut dia target pertumbuhan ekonomi lima koma lima persen realistis namun menghadapi tantangan dari inflasi dan keterbatasan stimulus fiskal.
“Kami melihat pertumbuhan berada sekitar lima persen karena tekanan inflasi dan penurunan kelas menengah cukup signifikan tahun ini," kata dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yusuf berpandangan pemerintah perlu menjaga stabilitas harga serta memperkuat perlindungan sosial agar konsumsi masyarakat terjaga berkelanjutan. Ia berpendapat sektor transportasi perdagangan makanan minuman dan akomodasi memperoleh manfaat signifikan selama periode Ramadan dan Idulfitri berlangsung. Yusuf menilai ketergantungan konsumsi musiman perlu diimbangi penguatan investasi produksi dan ekspor agar pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Sebelumnya dikabarkan, Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, optimistis target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,5 persen pada kuartal I-2026 dapat tercapai berkat konsumsi masyarakat yang meningkat selama Ramadan dan Lebaran.
Dia juga menyoroti dinamika inflasi yang kemungkinan lebih tinggi dibandingkan kuartal pertama tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya lagi program diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang sempat menekan inflasi sepanjang Januari-Februari 2025. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!