Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Edward Chamdani: Gerakan Belarasa Bisa Jadi Model ESG dan CSR Baru yang Berdampak Nyata

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 05:30 WIB | Oleh:
Edward Chamdani: Gerakan Belarasa Bisa Jadi Model ESG dan CSR Baru yang Berdampak Nyata Doc: Tangkapan layar Youtube LDD KAD
Ket. Edward Chamdani sedang memberikan paparan dalam Jumpa Pers Gerakan Belarasa, beberapa waktu lalu.

JAKARTA — Di tengah meningkatnya kesadaran dunia usaha terhadap tanggung jawab sosial dan keberlanjutan, Gerakan Belarasa yang akan diluncurkan pada Sabtu, 3 Mei 2025 di Museum Nasional Jakarta, hadir sebagai platform kolaborasi baru lintas iman dan sektor. Inisiatif ini mempertemukan nilai spiritualitas, kemanusiaan, dan pendekatan pembangunan berkelanjutan dalam satu panggung.

Edward Ismawan Chamdani, pengurus Yayasan Lembaga Daya Dharma (LDD) Keuskupan Agung Jakarta dan tokoh investasi berkelanjutan, menyebut bahwa Belarasa dapat menjadi model konkret bagi perusahaan yang ingin menjalankan program CSR atau ESG dengan nilai yang otentik dan dampak yang terukur.

“Selama ini kita banyak bicara ESG di atas kertas. Tapi Belarasa memberi kita kesempatan untuk menyambungkannya dengan kerja-kerja nyata yang selama ini dilakukan oleh LDD: dari pendidikan anak-anak pesisir, pemulihan wilayah terdampak abrasi, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis budaya,” ujar Edward dalam konferensi pers Gerakan Belarasa, 21 April lalu.

LDD KAJ, yang tahun ini genap berusia 63 tahun, memang telah lama bekerja melampaui batas komunitas Katolik. “Mayoritas, sampai 90 persenhe yang kami dampingi justru masyarakat Muslim, terutama di kawasan rentan Jakarta, Tangerang, dan Bekasi,” ujar Edward.

Sebagai bagian dari upaya kolaboratif ini, Gerakan Belarasa juga menghadirkan dua kampung showcase yang ditawarkan sebagai program kemitraan utama:

???? 1. Kampung Tangguh Muara Bungin (Kabupaten Bekasi)

Wilayah pesisir ini mengalami abrasi parah sejak 1990-an dan dihuni oleh nelayan berpenghasilan tak menentu. Program LDD mencakup:

???? 2. Kampung Batik Cikuya

Sentra batik tradisional ini tengah menghadapi tantangan ekonomi dan regenerasi. Program pemberdayaan meliputi:

  • Desain dan digitalisasi motif batik

  • Produksi kain dan pakaian secara massal

  • Akses pasar, pelatihan, dan penguatan jaringan reseller

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.