Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPRD Akan Transparan Soal Gaji dan Tunjangan. Ada yang Percaya? Terpenting Adalah Penghapusan Tunjangan

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 01:04 WIB | Oleh:
DPRD Akan Transparan Soal Gaji dan Tunjangan. Ada yang Percaya? Terpenting Adalah Penghapusan Tunjangan Doc: ist
Ket. uang

JAKARTA – Sekarang ramai-ramai para anggota dewan pusat maupun daerah “cari muka” untuk menyenang-nyenangkan rakyat. Contohnya, DPRD Jakarta menyatakan akan transparan atau terbuka terkait gaji dan tunjangan yang diterima oleh para anggota Dewan. 

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Jakarta Ima Mahdiah setelah berdiskusi dengan perwakilan massa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Demokrasi (AMPSI) yang menggelar aksi unjuk rasa terkait tunjangan anggota Dewan di depan Gedung DPRD Jakarta pada Kamis. Masalahnya dihapus itu tunjangan, bukan transparan.

“Terkait gaji dan tunjangan, kami pastikan bahwa apa yang kami dapat dari gaji dan tunjangan juga dikembalikan kepada masyarakat melalui advokasi, melalui aspirasi dan sebagainya,” kata Ima. Ima mengungkapkan bahwa dirinya juga sudah mempublikasikan sejak periode pertama gaji, tunjangan dan laporan keuangan sampai bulan ini.

Dengan demikian, masyarakat bisa bebas melihat dan DPRD DKI Jakarta pun bisa mempertanggungjawabkan kepada masyarakat. "Untuk revisinya, kami akan diskusi bersama ketika rapat anggaran berikutnya,” kata Ima.

Menindaklanjuti tuntutan dari AMPSI, Ima mengatakan, pihaknya juga akan menyampaikan dan mendiskusikan hal tersebut dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Terkait evaluasi BUMD, Ima mengatakan pihaknya juga akan menyampaikan kepada Gubernur Pramono Anung.

"Ini ranahnya Pak Gubernur, eksekutif, nanti kita juga menyampaikan kepada Pak Gubernur dan Pak Wagub agar diaudit secara berkala," katanya.

Dalam aksinya, AMPSI menyampaikan tiga poin tuntutan, yaitu:
1. Meminta transparansi dan evaluasi gaji serta tunjangan DPRD Jakarta yang dinilai lebih besar daripada DPR.
2. Menuntut penurunan sekaligus penghapusan tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta yang dianggap berlebihan dan tidak berpihak pada kepentingan rakyat.
3. Mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap laporan keuangan BUMD Jakarta, khususnya Darma Jaya, Pasar Jaya, Food Station, PAM Jaya dan Jakpro.

Sebelumnya, ditulis saat ini mungkin anggota DPRD Jakarta tengah berdoa jangan sampai ketahuan bahwa mereka juga mendapat tunjangan rumah. Bahkan ternyata tunjangan rumah untuk DPRD Jakarta jauh lebih besar dari DPR. Kalau DPR tunjangan rumahnya sebesar 50 juta, tunjangan rumah untuk DPRD Jakarta malah mencapai 70 juta rupiah sampai 79 juta rupiah.


Sebelum didemo warga Jakarta, sebaiknya DPRD Jakarta punya inisiatif untuk menghapus. Informasi besaran tunjangan rumah DPRD Jakarta ini diungkap Ketua Forum Warga Kota (Fakta), Ari Subagyo, Selasa (2/9). Dia juga mendorong semua anggota DPRD Jakarta harus mau introspeksi diri usai gelombang aksi unjuk rasa.

Jangan terus menuntut kenaikan tunjangan dan pamer gaya hidup karena melukai perasaan rakyat. Bekerjalah maksimal jangan hanya duduk, tidur, dan banyak absen. “”Unjuk rasa di Gedung DPR/MPR yang berujung kerusuhan dalam beberapa hari terakhir harus menjadi bahan instrospeksi anggota DPRD Jakarta,” tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

46 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.