Dito Ariotedjo: Cabor Berkuda Di Indonesia Siap Menuju Olimpiade
📅 Senin, 11 Agu 2025, 15:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Getty Images
JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menegaskan komitmennya untuk mengawal cabang olahraga berkuda Indonesia agar mampu tampil di ajang olahraga terbesar dunia, Olimpiade. Upaya ini diawali dengan penguatan industri olahraga berkuda di Tanah Air.
“Saya rasa memang kita harus bisa membawa berkuda ini hingga ke Olimpiade, makanya kita usahakan menaikkan industrinya dulu untuk saat ini,” ujar Dito saat menghadiri kejuaraan berkuda The President Cup Aragon Merdeka Master 2025 di Bekasi, Jawa Barat, dikutip dari laman resmi Kemenpora RI, Senin.
Dito mengungkapkan, Indonesia saat ini menjadi pemimpin olahraga berkuda di kawasan Asia Tenggara. Ia menambahkan, berkuda juga merupakan salah satu cabang olahraga favorit Presiden Prabowo Subianto.
Oleh karena itu, Kemenpora bersama Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) menyusun peta jalan untuk membawa olahraga berkuda ke pentas Olimpiade. “Tentunya dengan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak pemerintah dan swasta,” kata Dito.
Menpora turut memberi dukungan penuh terhadap penyelenggaraan berbagai kejuaraan berkuda di Indonesia, termasuk The President Cup Aragon Merdeka Master 2025 yang baru pertama kali digelar. Kejuaraan ini mempertandingkan dua nomor, yaitu jumping 120 cm (dua ronde) dan dressage elementary open (dua ronde).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memuji tingginya antusiasme peserta dan penonton pada ajang tersebut. Menurut Dito, kejuaraan ini menjadi bagian dari persiapan Indonesia menuju berbagai ajang multi cabang, seperti SEA Games, Asian Games, dan Asian Youth Games.
“Saya baru sekali ini hadir sampai malam di The Hub Indonesia dengan fasilitasi equestrian yang sangat baik, dan untuk kejuaraan ini antusiasme sangat tinggi. Ada 1.751 entry dan 390 ekor kuda,” ujarnya.
Kejuaraan ini terbuka bagi atlet dari usia 14 hingga 21 tahun, serta kategori terbuka. Seluruh pertandingan menerapkan regulasi internasional dari Federation Equestre Internationale (FEI), termasuk penerapan kode etik kesejahteraan kuda.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ajang ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mengusung semangat nasionalisme dan sportivitas, kejuaraan tersebut diharapkan menjadi tonggak baru pengembangan olahraga equestrian di Indonesia.
Ketua Umum Pengurus Pusat Pordasi Aryo Djojohadikusumo menjelaskan, pelaksanaan kejuaraan pada malam hari menjadi salah satu langkah untuk mengembangkan konsep sportainment pada olahraga berkuda di Tanah Air.
Ia menuturkan, konsep serupa telah sukses diterapkan di negara-negara Timur Tengah seperti Qatar, Kuwait, Abu Dhabi, dan Dubai. “Jadi, kita harap bisa maju dan bisa mengundang lebih banyak yang nonton sesuai dengan programnya Pak Menpora mendorong sportainment menjadi destinasi wisata,” ujarnya.
Aryo juga menyampaikan, Pordasi telah mendapatkan arahan untuk fokus mempersiapkan atlet dan kuda menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade Los Angeles 2028. “Ini tidak mudah karena butuh investasi yang sangat besar untuk persiapan multi tahun. Untuk itu, kami padukan atletnya dan kudanya dari dini. Kami berharap nantinya berkuda Indonesia tidak hanya lolos, tapi juga berprestasi,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!