Diresmikan Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri, Kebun Raya Mangrove Surabaya Dukung Pelestarian Alam dan Turunkan Emisi Karbon
📅 Rabu, 26 Jul 2023, 18:24 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia, Megawati Soekarnoputri, meresmikan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Surabaya, Rabu (26/7). Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Surabaya memiliki 58 spesies mangrove. Dan 17 spesies di antaranya telah teregistrasi secara resmi.
Megawati mengatakan bahwa Kebun Raya ini merupakan satu dari 45 Kebun Raya di Indonesia.
"Dulu saat saya menjadi Wapres, Kebun Raya di Indonesia hanya ada 5. Sekarang sudah berkembang jadi 45. Ini tidak mudah, karena untuk menjadi Kebun Raya ada standarisasinya," katanya.
Dia juga menjelaskan, pengadaan Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar Surabaya ini memang sudah lama dibahas. Karena selain untuk sedikit menyejukkan cuaca Surabaya yang memang panas, mangrove juga berguna untuk pencegahan bencana.
"Mangrove itu bisa memecah gelombang, jadi bisa menangkal tsunami. Dan karena akarnya kuat, tidak mudah roboh. Jadi yang seperti ini harus kita jaga bersama," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kesempatan itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang mendampingi Megawati mengatakan, inisiasi kebun raya mangrove di Surabaya semakin menguatkan upaya yang selama ini digalakkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan pengelolaan dan pelestarian mangrove.
Selama ini Pemprov Jatim sangat aktif dan masif melakukan penanaman mangrove, dengan hasil Jatim memiliki kawasan mangrove seluas 27.221 Ha atau 48 persen dari kawasan mangrove di Pulau Jawa. Berdasarkan data Dinas Kehutanan, kawasan ini merupakan yang terluas di antara provinsi lainnya di Pulau Jawa dan Bali.
"Karena kerapatan mangrove lebat kita 47,26 persen, mangrove sedang 46, 07 persen dan mangrove jarang 6,66 persen. Sementara potensi mangrove Jawa Timur seluas 51.557 Heltar," terangnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia meyakinkan bahwa upaya menjaga kelestarian alam, dan menguatkan wilayah pesisir akan turut membantu menurukan polusi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Keuntungan dari pemasifan mangrove akan kembali ke masyarakat. Mulai dari bentuk oksigen, penyerapan emisi CO2 yang 20 kali lebih besar dari hutan tropis, maupun lahan kerja dan ekonomi," ungkapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!