Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Tanjungpinang sebut gerakan aktif ke posyandu tekan stunting

📅 Minggu, 19 Mei 2024, 23:33 WIB | Oleh:
Dinkes Tanjungpinang sebut gerakan aktif ke posyandu tekan stunting Doc: ANTARA/Ogen
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang Rustam.

Tanjungpinang - Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau mengaktifkan gerakan aktif ke posyandu guna meningkatkan kesehatan anak serta upaya menekan angka stunting.

Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam mengatakan saat ini ada sekitar 232 kader yang bertugas di 145 posyandu mendapat pembinaan dari dinas kesehatan sebagai penyelenggara kegiatan menangani kasus stunting.

"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk aktif memeriksakan kesehatan anak ke posyandu," kata Rustam di Tanjungpinang, Minggu.

Ia menyampaikan Dinkes Tanjungpinang pun telah menyalurkan alat bantuan dari Kementerian Kesehatan untuk penanganan stunting berupa Antropometri yang dibagikan kepada 145 posyandu setempat.

"Ini alat penanganan stunting berupa alat ukur berat badan, panjang dan tinggi badan hingga kepala bayi," ujarnya.

Menurut Rustam penanganan stunting merupakan program nasional yang menjadi atensi kepala daerah. Salah satu sarana untuk mendorong itu adalah posyandu.

Keberadaan posyandu ini sangat strategis dan penting, karena terletak di tengah masyarakat sehingga aksesnya tidak sulit dijangkau oleh masyarakat.

"Di posyandu itu sudah diintegrasikan, pelayanan dapat diberikan kepada balita, remaja dan lansia," ujar Rustam.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati mengapresiasi keberhasilan Tanjungpinang dalam menekan angka stunting di tahun lalu.

Di ibu kota provinsi Kepri tahun 2023 tercatat angka stuntingnya susut menjadi 15 persen, di mana tahun sebelumnya masih di angka 18 persen.

"Tahun ini secara nasional target pemerintah angka stunting di 14 persen. Mudah-mudahan dapat mengarah ke angka tersebut," ujar Kurniasih.

Ia turut mendorong Pemkot Tanjungpinang terus meningkatkan layanan kesehatan dilengkapi dengan alat kesehatan yang mumpuni.

Melalui bantuan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat, kata Kurniasih, diharapkan bisa jadi solusi mengentaskan kebutuhan alat kesehatan dengan cara diperbesar untuk pemenuhan kebutuhan seluruh fasilitas kesehatan Indonesia.

"Semoga bisa menambah faskes di kota ini, sebab kami ikut bertanggung jawab terhadap pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana di seluruh rumah sakit di kota-kota kecil. Apalagi di sini belum ada rumah sakit tipe A, maka kami dorong supaya ke depan punya," ucap Kurniasih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.