Dinkes Siak Selidiki Kasus Dugaan Keracunan MBG di SMKN 1 Kandis
📅 Selasa, 27 Jan 2026, 19:52 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Biddokes Polda Jateng
SIAK - Dinas Kesehatan Kabupaten Siak tengah melakukan penyelidikan epidemiologi mendalam terkait dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa SMKN 1 Kandis, Riau.
Insiden ini bermula dari penyaluran menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan sedikitnya 21 siswa harus menjalani perawatan medis dan pemasangan infus akibat mengalami gejala diare akut.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dr Handry di Siak, Selasa, menjelaskan pihaknya telah melakukan sejumlah upaya penanganan kasus itu.
Bahkan, katanya, melakukan investigasi sejak menerima laporan kejadian tersebut untuk memastikan sumber penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
“Dinas Kesehatan Kabupaten Siak telah melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus dugaan keracunan penerima manfaat MBG di SMKN 1 Kandis,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dinkes juga melakukan penilaian ulang kelayakan Inspeksi Kesehatan Lingkungan terhadap dapur MBG yang menjadi lokasi pengolahan makanan. Dapur ini berada di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung (Desa) Telaga Sam-sam, Kecamatan Kandis di bawah naungan Yayasan Tuah Karya.
Untuk memastikan penyebab pasti kasus itu, katnaya, petugas sanitarian dari Puskesmas Kandis telah mengambil sampel makanan untuk dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Riau.
“Saat ini hasil uji laboratorium masih menunggu. Nantinya hasil tersebut akan menjadi dasar penentuan penyebab kejadian,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terkait operasional kembali dapur MBG, katanya, hal tersebut bukan kewenangan Dinkes Siak.
“Kewenangan izin untuk membuka kembali berada pada BGN, sambil menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.
Sebelumnya, Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Siak Lisa Wahari menjelaskan laporan awal kejadian itu diterima pada Selasa (13/1), pukul 09.20 WIB dari pihak SMKN 1 Kandis terkait dengan sejumlah siswa yang mengalami diare.
Tim SPPG langsung turun ke sekolah dan membawa sebagian siswa ke klinik terdekat. Sebanyak 21 siswa mendapat penanganan medis berupa infus.
Dia mengakui adanya bumbu pelengkap yang sempat dinilai kurang baik saat proses memasak menu MBG.
Meski sempat diinstruksikan untuk diganti, katanya, bumbu tersebut diketahui tetap digunakan pada pengantaran menu siang hari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!