Dilema Ojol: Antara Demo Suarakan Kesejahteraan vs Tuntutan Mobilitas Publik
📅 Rabu, 17 Sep 2025, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Gojek
JAKARTA – Meskipun sebagian driver ojek melakukan demonstrasi, layanan kepada penumpang tetap berjalan menunjukkan adanya keberlanjutan operasional yang dijaga oleh platform maupun mitra pengemudi lainnya. Kondisi ini mencerminkan dualitas: di satu sisi ada tekanan dari tuntutan kesejahteraan driver, namun di sisi lain kebutuhan mobilitas masyarakat tetap harus dipenuhi. Situasi ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara keberlangsungan layanan publik dan respons terhadap aspirasi pekerja transportasi daring.
Direktur Public Affairs & Communications PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Ade Mulya memastikan layanan Gojek tetap berjalan normal menyusul adanya unjuk rasa mitra pengemudi (driver) di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (17/9).
“Terkait informasi yang beredar mengenai potensi terganggunya layanan akibat rencana aksi demonstrasi, kami menegaskan bahwa operasional Gojek tetap berjalan normal, dan pelanggan tetap dapat menggunakan layanan kami seperti biasa,” kata Ade dalam keterangan resminya.
Lebih lanjut, Ade mengatakan Gojek menghormati hak setiap individu dalam menyampaikan pendapat, termasuk mitra pengemudi (driver) yang memilih untuk menyuarakan aspirasinya.
“Di saat yang sama, kami juga mendukung sepenuhnya mitra yang tetap memilih untuk beroperasi dan menyelesaikan pesanan seperti biasa,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ade menambahkan, perusahaan berkomitmen untuk menjaga ekosistem yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh pihak, baik mitra pengemudi maupun pelanggan.
“Gojek selalu terbuka terhadap aspirasi rekan-rekan mitra driver aktif dan mengimbau agar disampaikan melalui cara yang tertib dan kondusif. Selama ini, berbagai kanal komunikasi formal telah tersedia untuk menampung masukan dan diskusi konstruktif dari mitra,” kata Ade lagi.
Puluhan pengemudi ojek daring/online (ojol) menerobos hujan deras untuk berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR untuk menyampaikan sejumlah aspirasi, seperti potongan komisi di aplikasi maksimal 10 persen, penghapusan sistem slot atau aceng, potongan komisi maksimal 10 persen, serta penyusunan UU Transportasi dan revisi aturan transportasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mereka tiba di depan Kompleks Parlemen pada Rabu sekitar pukul 13.25 WIB, saat kawasan itu diguyur hujan cukup deras.
Selain di depan Gedung Parlemen, para pengemudi juga melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara dan Kementerian Perhubungan.
Sebelumnya, Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia merupakan suatu organisasi yang dibentuk dengan tujuan untuk memperjuangkan hak-hak serta kesejahteraan pengemudi ojek online, baik itu roda dua maupun roda empat, serta kurir online di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!