Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dilanda Gelombang Panas, Mediterania Jadi 'Titik Panas' Perubahan Iklim

📅 Kamis, 20 Jul 2023, 11:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dilanda Gelombang Panas, Mediterania Jadi 'Titik Panas' Perubahan Iklim Doc: AFP
Ket. Truk pemadam kebakaran di jalan dekat kebakaran hutan yang melanda kawasan resor Mediterania di pantai selatan Turki dekat kota Manavgat pada Juli. Sumber: AFP melalui Getty Images Truk pemadam kebakaran di jalan dekat kebakaran hutan yang melanda kawasan resor Mediterania di pantai selatan Turki dekat kota Manavgat pada Juli. Sumber: AFP melalui Getty Images Mobil pemadam kebakaran menuju hutan yang terbakar di dekat kawasan Mediterania pantai selatan Turki dekat kota Manaavgat, Juli 2021.

PARIS - Dilanda kabakaran hutan dan suhu yang mendekati rekor tertinggi selama gelombang panas minggu ini, wilayah Mediterania digolongkan oleh para ilmuwan sebagai "titik panas" perubahan iklim.

Pantai, makanan laut, dan situs sejarah di wilayah yang mencakup Eropa selatan, Afrika utara, dan Asia barat terancam.

Berikut adalah lima ancaman utama terhadap kawasan yang ditandai oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) PBB. Laporannya ringkasan paling komprehensif dari pengetahuan ilmiah tentang pemanasan global.

1. Gelombang Panas Mematikan

Seperti sebagian Amerika Serikat dan Asia, Mediterania dilanda panas ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.Pulau Sardinia dan Sisilia di Italia diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi di seluruh benua dengan suhu 48,8 derajat Celsius (119,8F).

"Gelombang panas meningkat karena perubahan iklim di Mediterania, dan diperkuat di kota-kota karena praktik urbanisasi" menyebabkan penyakit dan kematian, kata IPCC dalam laporan 2022 tentang dampak perubahan iklim dan cara beradaptasi dengannya.

Satu studi yang diterbitkan pada 2010 yang dipimpin oleh para ilmuwan di Universitas Bern menghitung bahwa intensitas, panjang, dan jumlah gelombang panas di Mediterania timur telah meningkat sekitar enam atau tujuh kali lipat sejak 1960-an.

2. Gandum dan Zaitun

Kekeringan di Afrika Utara membuat para petani bersiap menghadapi panen yang buruk."Kami belum pernah melihat kekeringan seburuk ini," kata petani gandum Tunisia Tahar Chaouachi kepada AFP. "Sudah kering selama empat tahun terakhir tapi kami perkirakan akan turun hujan musim ini. Sebaliknya, malah menjadi lebih buruk."

Cuaca yang lebih panas mengeringkan air tanah yang mengairi pertanian. IPCC mengatakan, dengan pemanasan global lebih dari 1,5 derajat C, hasil panen zaitun bisa turun seperlima di Mediterania utara.Dunia telah menghangat lebih dari 1,1 derajat C sejak abad ke-19.

Para peneliti di Stanford University menemukan "Mediterania mengalami dampak merugikan yang signifikan pada sebagian besar tanaman".

3. Air dan Politik

Kekeringan di Spanyol telah meningkatkan ketegangan politik atas pengelolaan air menjelang pemilu pada 23 Juli. Observatorium Kekeringan Eropa mengatakan tabel air tanah di setengah wilayah Mediterania sudah hampir habis pada bulan Juni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

35 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.