Derby Milan Jadi Sorotan Saat Serie A Kembali Bergulir
📅 Jumat, 21 Nov 2025, 07:35 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MILAN — Setelah drama terbaru Kualifikasi Piala Dunia kembali menyisakan nafas tersengal bagi para tifosi Italia, perhatian kini beralih ke Serie A yang langsung menyajikan laga panas: Derby Milan. Duel klasik ini menjadi sorotan utama dan bisa berdampak besar pada persaingan Scudetto meski musim baru berjalan.
Inter, pemuncak klasemen sementara, akan menjamu AC Milan yang berada di posisi ketiga pada hari Minggu (23/11). Hanya dua poin memisahkan kedua rival sekota tersebut, menjadikan laga ini lebih dari sekadar penanda perjalanan awal musim.
Dengan tidak adanya jeda internasional hingga Maret, para pelatih lega bisa mempertahankan skuad secara utuh dalam beberapa bulan ke depan, terutama bagi dua pelatih baru, Cristian Chivu di Inter dan Massimiliano Allegri yang kembali membesut Milan.
Setelah sempat tersendat di awal musim, Inter mulai menemukan ritme dengan tiga kemenangan beruntun, termasuk hasil meyakinkan 2-0 atas Lazio yang mengantarkan mereka ke puncak klasemen.
Meski demikian, para pemain memilih tetap merendah. “Berada di puncak sekarang tidak berarti apa-apa. Musim masih panjang,” ujar bek sayap Federico Dimarco.
Sebaiknya Anda baca juga:
Inter juga menghadapi kekhawatiran terkait kondisi Denzel Dumfries, yang mengalami cedera pergelangan kaki ketika membela timnas Belanda.
Di sisi lain, Milan menunjukkan tanda-tanda sebagai calon serius juara Serie A berkat jadwal yang lebih ringan tanpa kompetisi Eropa. Skuad Allegri mencatat 11 laga tak terkalahkan di semua ajang, tetapi tiga hasil imbang dalam empat laga liga terakhir membuat mereka gagal mengambil alih puncak.
Hasil imbang 2-2 kontra Parma setelah unggul dua gol mengungkapkan celah yang masih perlu diperbaiki. Milan diperkirakan kembali diperkuat Adrien Rabiot, yang kehadirannya terbukti penting karena tim hanya kebobolan satu gol dalam lima laga yang ia jalani musim ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Napoli, tim juara bertahan, berada di posisi keempat dengan selisih dua poin dari Inter. Namun mereka terbebani cedera pemain kunci serta pelatih yang mulai kehilangan kesabaran.
Antonio Conte tak menahan amarah setelah Napoli gagal naik ke puncak usai kalah 2-0 dari Bologna. Ia menuding para pemainnya kehilangan “hati, hasrat, dan lapar akan kemenangan.”
Itu adalah kekalahan ketiga di liga dan kelima di semua kompetisi musim ini. “Semua harus bertanggung jawab. Saya yang pertama. Transplantasi hati itu bukan pilihan. Setiap dari kami harus menemukan kembali jiwa dan keberanian,” tegas Conte.
Napoli berikutnya menghadapi Atalanta, yang baru saja menunjuk Raffaele Palladino, mantan pelatih Fiorentina, setelah memecat Ivan Juric. Atalanta kini terpuruk di posisi ke-13, jauh dari era produktif mereka di bawah Gian Piero Gasperini, yang kini justru membawa AS Roma tampil memukau hingga duduk di peringkat kedua, sejajar poin dengan Inter.
Roma bertandang ke Cremonese, yang hanya menang sekali dalam sembilan laga terakhir dan kini berada di posisi ke-11.
Juventus yang berada di posisi keenam masih berjuang membangun identitas baru di bawah Luciano Spalletti. Mereka akan melawat ke markas Fiorentina yang terpuruk di dasar klasemen dan belum meraih satu pun kemenangan musim ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!