Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Demensia Dapat Diprediksi 12 Tahun Lebih Awal Lewat Penglihatan

📅 Selasa, 16 Apr 2024, 06:18 WIB | Oleh:
Demensia Dapat Diprediksi 12 Tahun Lebih Awal Lewat Penglihatan Doc: Istimewa
Ket. Sensitivitas visual berkaitan dengan kinerja memori dan para peneliti juga menguji apakah membuat orang melakukan lebih banyak gerakan mata membantu meningkatkan memori.

Mata dapat mengungkapkan banyak hal tentang kesehatan otak kita. Memang benar, masalah pada mata bisa menjadi salah satu tanda awal penurunan kognitif. Studi terbaru menunjukkan bahwa hilangnya sensitivitas penglihatan dapat memprediksi demensia 12 tahun sebelum didiagnosis.

Dilansir oleh Science Alert, para ahli meneliti 8.623 orang sehat di Norfolk, Inggris, yang ditindaklanjuti selama bertahun-tahun. Pada akhir penelitian, 537 peserta menderita demensia, sehingga dapat diketahui faktor apa yang mungkin mendahului diagnosis ini.

Pada awal penelitian, para ilmuwan meminta peserta untuk mengikuti tes sensitivitas visual. Untuk tesnya, mereka harus menekan tombol segera setelah mereka melihat segitiga terbentuk di bidang titik-titik bergerak. Orang yang mengidap demensia jauh lebih lambat melihat segitiga ini di layar dibandingkan orang yang tidak mengalami demensia.

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Masalah penglihatan mungkin merupakan indikator awal penurunan kognitif karena plak amiloid beracun yang terkait dengan penyakit Alzheimer pertama-tama dapat memengaruhi area otak yang berhubungan dengan penglihatan, dan bagian otak yang terkait dengan memori menjadi rusak seiring dengan perkembangan penyakit. Jadi tes penglihatan mungkin menemukan kekurangan sebelum tes memori menemukannya.

Ada beberapa aspek pemrosesan visual lain yang terpengaruh pada penyakit Alzheimer, seperti kemampuan melihat garis besar objek (sensitivitas kontras) dan membedakan warna tertentu (kemampuan melihat spektrum biru-hijau terpengaruh pada awal demensia) , dan hal ini dapat mempengaruhi kehidupan orang-orang tanpa mereka sadari.

Tanda awal lain dari penyakit Alzheimer adalah kurangnya "kontrol penghambatan" gerakan mata, dimana rangsangan yang mengganggu tampaknya lebih mudah mengalihkan perhatian. Penderita Alzheimer tampaknya memiliki masalah dalam mengabaikan rangsangan yang mengganggu, yang mungkin muncul sebagai masalah kontrol gerakan mata.

Jika demensia membuat kita lebih sulit menghindari rangsangan yang mengganggu, maka masalah ini dapat meningkatkan risiko kecelakaan berkendara hal yang tengah diteliti di Loughborough University.

Mengenali wajah

Para ahli memiliki beberapa bukti yang menunjukkan bahwa penderita demensia cenderung memproses wajah orang baru secara tidak efisien. Dengan kata lain, mereka tidak mengikuti pola pemindaian wajah lawan bicara yang biasa mereka lakukan.

Pada orang sehat, hal ini dapat terjadi dari mata, hidung, hingga mulut. Kami melakukan ini untuk "mencetak" wajah dan mengingatnya untuk nanti. Kadang-kadang orang dapat merasakan ketika orang yang mereka ajak bicara tidak melakukan hal ini.

Faktanya, beberapa dokter yang menangani penderita demensia akan mengenali bahwa seseorang menderita demensia ketika mereka bertemu dengannya. Penderita demensia terkadang terlihat tersesat, karena tidak sengaja menggerakkan matanya untuk mengamati lingkungan sekitar, termasuk wajah orang yang baru ditemuinya.

Oleh karena itu, penderita nantinya akan menjadi kurang mampu mengenali orang karena belum mencantumkan ciri-ciri mereka. Jadi masalah awal tidak mengenali orang yang baru ditemui mungkin disebabkan oleh gerakan mata yang tidak efektif pada wajah baru, dan bukan murni gangguan ingatan.

Bisakah gerakan mata meningkatkan daya ingat?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.