Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Daya Beli Melemah, Pemerintah Beri Subsidi ke Pekerja dan Guru Honorer

📅 Senin, 26 Mei 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Daya Beli Melemah, Pemerintah Beri Subsidi ke Pekerja dan Guru Honorer Doc: antara
Ket. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan di Jakarta, akhir pekan lalu mengatakan penyaluran BSU merupakan bagian dari strategi Pemerintah menghadapi tekanan konsumsi domestik di kuartal II-2025.

JAKARTA - Setelah sekian lama membantah adanya pelemahan daya beli masyarakat, Pemerintah akhirnya mengakui kondisi tersebut setelah data pertumbuhan ekonomi triwulan I-2025 meleset dari target dan hanya mencapai 4,87 persen dibanding periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy).

Lemahnya daya beli tersebut langsung direspon dengan rencana untuk memberikan stimulus ekonomi salah satunya menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk para pekerja dengan gaji di bawah 3,5 juta rupiah, serta guru honorer mulai 5 Juni 2025.

Program tersebut merupakan salah satu dari enam kebijakan stimulus ekonomi yang sedang difinalisasi Pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah perlambatan konsumsi pasca-libur Lebaran dan sebelum tahun ajaran baru.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan di Jakarta, akhir pekan lalu mengatakan penyaluran BSU merupakan bagian dari strategi Pemerintah menghadapi tekanan konsumsi domestik di kuartal II-2025.

Selain BSU, lima stimulus lainnya yang akan diluncurkan serentak pada 5 Juni antara lain pertama, diskon transportasi yang meliputi tiket kereta api, pesawat, dan angkutan laut selama masa liburan sekolah. Kemudian, diskon tarif tol untuk sekitar 110 juta pengguna kendaraan pribadi selama Juni-Juli 2025. Lalu, diskon listrik sebesar 50 persen bagi 79,3 juta rumah tangga dengan daya di bawah 1.300 VA selama dua bulan.

Dua stimulus lainnya yaitu penambahan bantuan sosial, termasuk kartu sembako dan bantuan pangan untuk 18,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan terakhir perpanjangan diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) bagi pekerja di sektor padat karya.

“Stimulus ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua. Jadi momentum ini kita manfaatkan untuk membuat beberapa program,” katanya.

Menanggapi stimulus tersebut, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan, berdasarkan survei Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), daya beli menempati posisi pertama menurunnya produksi dan peningkatan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) saat ini.

Hal itu menunjukkan ada potensi penurunan pertumbuhan ekonomi karena potensi penurunan konsumsi masyarakat sebagai kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi, begitu juga dengan investasi yang menurun.

Selain itu kebijakan rebalancing Amerika Serikat (AS) juga menurunkan kontribusi ekspor, apalagi AS merupakan salah satu negara tujuan ekspor terbesar produk RI. Dalam situasi seperti itu, Pemerintah harus melakukan kebijakan Counter Cyclical.

“Kebijakan fiskal bantuan subsidi upah secara teoritis diharapkan dapat meningkatkan daya beli konsumen, BSU yang disalurkan dibelanjakan untuk konsumsi agar dapat menciptakan multiplier effect dan berdampak terhadap peningkatan dunia usaha dan investasi,” kata Suhartoko.

Berkaitan dengan kebijakan itu, dia mengingatkan agar BSU jangan sampai lebih banyak ditabung para penerima, karena dampaknya akan kecil bagi pertumbuhan. BSU jelasnya bisa sebagian dalam bentuk barang, sehingga belanja konsumen meningkat.

Jaring Pengaman Sosial

Sementara itu, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY, Tim Aprianto, menyambut positif rencana pemberian subsidi upah bagi pekerja dengan gaji di bawah 3,5 juta rupiah sebagai bagian penting dari penguatan jaring pengaman sosial di tengah tekanan ekonomi yang masih berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.