Dari Timur Indonesia, Festival Senja Kaimana Diusulkan Jadi Agenda Wisata Nasional oleh Wagub Papua Barat
📅 Minggu, 09 Nov 2025, 21:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Isabela Wisang
MANOKWARI – Atraksi budaya memiliki peran strategis dalam memperkuat promosi pariwisata daerah karena mampu menampilkan identitas lokal yang unik dan autentik.
Melalui festival, seni pertunjukan, dan tradisi masyarakat, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memperoleh pengalaman budaya yang berkesan.
Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan daya tarik destinasi, tetapi juga mendorong ekonomi kreatif lokal dan pelestarian warisan budaya.
Integrasi antara promosi budaya dan pariwisata menjadi kunci dalam menciptakan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Wakil Gubernur Papua Barat Mohammad Lakotani menyatakan Festival Pesona Senja Kaimana di Papua Barat ini sudah layak menjadi agenda rutin berskala nasional sebagai upaya memperkuat promosi pariwisata daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Agenda ini harus terus dihidupkan dan digelar rutin. Ini yang kedua dan nanti yang ketiga harus dikemas lebih baik lagi, sehingga akan dicatat menjadi agenda rutin nasional,” kata Lakotani di Kaimana, Sabtu (9/11).
Ia menjelaskan, setelah masuk sebagai agenda nasional, festival tersebut diharapkan memperoleh dukungan dari pemerintah pusat dan promosi yang lebih luas sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Tahun 2026.
Menurut Lakotani, Festival Pesona Senja Kaimana yang digelar 7-9 November 2025 merupakan wadah penting untuk memperkenalkan potensi wisata dan budaya lokal kepada masyarakat luas, baik nasional maupun internasional.
“Event ini mempromosikan potensi budaya dan kearifan lokal agar semakin dikenal dunia. Dari pesona senjanya yang khas hingga keindahan Teluk Triton yang kini mulai mendunia,” ujarnya.
Lakotani juga mengajak masyarakat Kaimana memberikan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata, serta menciptakan suasana yang aman dan ramah bagi wisatawan.
Sementara itu, Bupati Kaimana Hasan Achmad menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Papua Barat terhadap pengembangan sektor pariwisata di daerahnya.
Ia menegaskan, penetapan Kaimana sebagai destinasi wisata perlu diikuti dengan peningkatan infrastruktur dan kesiapan masyarakat sebagai pelaku usaha pariwisata.
“Yang terpenting bagi kita adalah menciptakan suasana tenteram dan tertib, serta menunjukkan keramahtamahan masyarakat untuk menarik minat wisatawan,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaimana, Jafar Werfete menjelaskan, festival ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 dan kembali digelar sejak 2024.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!