Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Citra Satelit: Situs Nuklir Natanz Iran yang Dihantam Serangan AS Mulai Pulih

📅 Minggu, 21 Des 2025, 05:45 WIB | Oleh:
Citra Satelit: Situs Nuklir Natanz Iran yang Dihantam Serangan AS Mulai Pulih Doc: Istimewa
Ket. Citra satelit dari 13 Desember 2025 menunjukkan bahwa Iran memasang panel di atas struktur anti-drone yang tersisa, memberikan perlindungan untuk fasilitas yang hancur.

WASHINGTON DC - Citra satelit terbaru menunjukkan aktivitas terkini di fasilitas pengayaan uranium Natanz di Iran yang rusak selama perang 12 hari dengan Israel pada bulan Juni lalu, ketika serangan udara Amerika Serikat dan Israel menargetkan beberapa situs nuklir negara tersebut .

Dari Newsweek, menurut Institute for Science and International Security (ISIS) yang berbasis di AS, gambar tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa Teheran mungkin sedang berupaya memulihkan atau memperbaiki aspek-aspek program nuklirnya. Gambar tersebut menunjukkan bahwa Iran mengambil langkah-langkah untuk melindungi dan mengakses lokasi yang rusak, menyoroti ketidakpastian yang berkelanjutan mengenai niat nuklirnya.

Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Percontohan atau Pilot Fuel Enrichment Plant (PFEP) di Natanz adalah lokasi kunci dalam kompleks nuklir Iran, yang secara historis digunakan untuk penelitian dan pengembangan pengayaan tingkat lanjut. Meskipun fasilitas tersebut "kemungkinan menyimpan beberapa kilogram uranium yang sangat diperkaya," ISIS menekankan bahwa material tersebut "tidak dapat diabaikan" dalam konteks yang lebih luas dari kemampuan nuklir Iran.

Aktivitas yang kembali meningkat di PFEP terjadi di tengah kekhawatiran lama AS dan Israel bahwa program nuklir Iran, yang menurut Iran tidak pernah bertujuan untuk menghasilkan senjata nuklir, dapat membawanya lebih dekat ke kemampuan pembuatan senjata nuklir. Fakta bahwa serangan udara AS menargetkan beberapa lokasi selama konflik Juni sebelum gencatan senjata disepakati pada 24 Juni menggarisbawahi pentingnya strategis fasilitas-fasilitas ini dan potensi risiko yang terkait dengan pemulihannya.

ISIS, sebuah lembaga kajian yang berfokus pada nonproliferasi nuklir, melaporkan bahwa citra satelit dari tanggal 13 Desember menunjukkan panel-panel yang ditempatkan di atas struktur anti-drone yang tersisa di PFEP, memberikan perlindungan bagi fasilitas yang rusak tersebut.

Meskipun sebagian tertutup, lubang besar masih tersisa di tempat sangkar drone ditembus. Lembaga kajian tersebut menyarankan bahwa penutup baru tersebut memungkinkan Iran untuk memeriksa atau mengambil material dari reruntuhan sambil membatasi pengamatan dari luar. "Ini menunjukkan bahwa Iran ingin menjelajahi reruntuhan tanpa terlihat oleh mata-mata," tulisnya.

ISIS mengunggah citra satelit tersebut di X pada hari Kamis, menyoroti aktivitas yang kembali meningkat di fasilitas yang rusak tersebut.

Situs Lainnya Tetap Tenang

Meskipun PFEP menunjukkan peningkatan aktivitas, ISIS mengatakan belum mengamati tanda-tanda serupa di situs nuklir utama lainnya, termasuk fasilitas bawah tanah Fordow yang juga rusak pada bulan Juni akibat serangan udara. Fokus yang ditargetkan pada PFEP mungkin mencerminkan perannya dalam penelitian dan pengembangan sentrifugal canggih dan proses pengayaan.

Pembatasan Akses IAEA

Sementara itu, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi mengatakan bahwa inspektur telah kembali ke beberapa fasilitas tetapi tetap dilarang memasuki fasilitas yang terkena serangan AS.

“Kami hanya diizinkan mengakses situs-situs yang tidak terkena serangan,” katanya kepada kantor berita Rusia RIA Novosti awal pekan ini.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan pekan ini : “Kami hanya diizinkan mengakses lokasi yang tidak terkena serangan. Tiga lokasi lainnya—Natanz, Isfahan, dan Fordow—bahkan lebih penting, karena masih mengandung sejumlah besar material dan peralatan nuklir, dan kami perlu kembali ke sana.”

Presiden AS Donald Trump mengatakan awal bulan ini:  “Lupakan soal nuklir. Senjata nuklir sudah hilang. Tetapi lihatlah kerusakan yang mereka derita, kematian yang mereka derita. Mereka bisa saja membuat kesepakatan di mana tidak akan ada yang meninggal.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.