Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cisaat Jadi Lokus Stunting, Puan Maharani Hadirkan Kelor Sebagai Solusi

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cisaat Jadi Lokus Stunting, Puan Maharani Hadirkan Kelor Sebagai Solusi Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Keputusan Bupati Sukabumi menetapkan Kecamatan Cisaat menjadi salah satu lokus percepatan penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi pada 2023.

Berdasarkan itulah, lembaga sosial Ketua DPR RI Puan Maharani, HaloPuan, melaksanakan kegiatan penyuluhan berjudul "Kaum Ibu Melawan Stunting, Mengolah Daun Kelor Menjadi Asupan Super". Kegiatan ini berlangsung di Gedung Islamic Center Qubbatul Islam, yang berada tepat di pusat Kecamatan Cisaat, pada Selasa, 14 Maret 2023.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 160 warga, yang terdiri dari ibu menyusui dengan balita (di antaranya berstatus gizi kurang), ibu hamil, calon pengantin, dan kader posyandu. Mereka datang dari enam desa di Cisaat, yakni Desa Cisaat, Cibatu, Sukaresmi, Sukasari, Nagrak, dan Sukamanah. Menurut data Pemerintah Kabupaten, empat desa pertama adalah lokus percepatan penurunan angka stunting.

Para peserta tersebut memperoleh penyuluhan tentang apa itu stunting, apa penyebab terjadinya, dan bagaimana cara mencegahnya, yang disampaikan oleh dokter Muhammad Faiz dari Puskesmas Cisaat. Kemudian tim HaloPuan membagikan informasi tentang kekayaan nutrisi dan gizi yang dikandung daun kelor dan bagaimana mengolah daun kelor agar nutrisi dan gizi yang sangat kaya itu bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Koordinator HaloPuan, Poppy Astari, menyampaikan bahwa kegiatan di Cisaat tersebut merupakan kegiatan ke-40 yang telah dilakukan HaloPuan di 20 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Puan Maharani, menurutnya, memandang percepatan penurunan prevalensi stunting tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah, tapi mesti melibatkan peran aktif warga.

"Ibu Puan menyadari bahwa menangani stunting bukan cuma tugas pemerintah tapi juga warga, karena itu dibutuhkan penyampaian informasi terus menerus agar kesadaran warga akan bahaya stunting makin meningkat," katanya.

Kabupaten Sukabumi, lanjut Poppy, merupakan wilayah di Jawa Barat dengan angka kejadian stunting tertinggi kedua, yakni 27,5%, setelah Kabupaten Sumedang (27,6%). Ini berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2022 yang dirilis pada Januari 2023. Angka ini di atas angka rata-rata provinsi sebesar 20,2% dan angka rata-rata nasional 21,6%.

Selain itu, Poppy menambahkan tim relawan Puan Maharani datang ke tengah-tengah masyarakat dengan membawa gagasan memanfaatkan daun kelor sebagai asupan super alternatif dalam mengatasi stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak itu.

Menurutnya, daun kelor memiliki keistimewaan jika dibandingkan sumber pangan lain karena kaya akan mikronutrisi, yakni puluhan jenis vitamin dan mineral, yang sangat dibutuhkan kaum ibu di masa kehamilan dan menyusui serta anak di bawah tiga tahun.

"Daun kelor telah terbukti mampu mengatasi malnutrisi di sejumlah negara, sehingga FAO (Badan Pangan Dunia) menyarankan konsumsinya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," kata Poppy. "Di Indonesia, yakni di Flores Timur, pemanfaatan daun kelor juga telah mampu menurunkan angka stunting hingga separuhnya."

Kegiatan HaloPuan di Cisaat juga dihadiri oleh Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sukabumi, yakni Ribka Tjiptaning. Ribka, yang juga seorang dokter, mengatakan kegiatan HaloPuan sangat sesuai dengan visi PDI Perjuangan.

"Ibu Megawati (Ketua Umum PDI Perjuangan) itu yang paling ngotot untuk menurunkan angka stunting," kata Ribka di hadapan awak media. "Kita ingin 2024 turun hingga 10 persen tapi (penurunannya) lambat, sehingga perlu terus dilakukan sosialisasi dan penyuluhan bukan hanya kepada warga umum, tapi juga kelompok atas seperti yang dilakukan Ibu Mega kepada istri-istri jenderal."

Ribka melihat masyarakat masih menganggap biasa aktivitas posyandu, seperti menimbang bayi. Padahal, jika berat bayi kurang atau tidak sesuai usianya, itu merupakan peringatan.

"Jadi kegiatan HaloPuan juga sangat membantu program pemerintah karena daun kelor yang sudah dijadikan tepung itu bisa untuk (mengatasi) stunting," kata Ribka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.