Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akademi Pencegahan Stunting, Kompetensi ASN untuk Tekan Stunting di Kota Yogyakarta

2 Senin, 12 Okt 2026, 16:35 WIB | Oleh:
Akademi Pencegahan Stunting, Kompetensi ASN untuk Tekan Stunting di Kota Yogyakarta Akademi Pencegahan Stunting, Kompetensi ASN untuk Tekan Stunting di Kota Yogyakarta Doc: Dok. Pemkot Yogyakarta
Ket. Peluncuran Outcome Based Learning (OBL) Akademi Pencegahan Stunting.

YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta mengarahkan peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) untuk menghasilkan dampak terukur terhadap penanganan persoalan daerah, salah satunya stunting. Hasil pembelajaran ASN yang terlibat dalam program pencegahan stunting akan dievaluasi dalam enam bulan untuk melihat perubahan yang terjadi di masyarakat.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, pengembangan kompetensi ASN harus memiliki sasaran spesifik dan hasil yang dapat diukur. Keberhasilan pelatihan tidak cukup dinilai dari terselenggaranya kegiatan, tetapi harus terlihat dari dampaknya terhadap kinerja pemerintah dan masyarakat.

“Kalau kita belajar susah-susah, berlatih dengan mengeluarkan tenaga, biaya, dan waktu, tetapi tidak ada perubahan, untuk apa? Makanya harus ada outcome yang bisa dibuktikan,” tegas Hasto di Yogyakarta, Senin (12/10).

Pendekatan tersebut diterapkan melalui Outcome Based Learning (OBL) Akademi Pencegahan Stunting yang menjadi proyek percontohan Jogja Corporate University (Jogja Corpu). Program pembelajaran diarahkan pada penyelesaian persoalan yang ditemui ASN dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

Menurut Hasto, intervensi pencegahan stunting juga perlu diberikan berdasarkan tingkat risiko masyarakat, bukan hanya kondisi ekonomi. Pendampingan antara lain perlu menyasar calon pengantin, ibu hamil, dan balita yang membutuhkan intervensi.

Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) Agustus 2026, prevalensi stunting di Kota Yogyakarta tercatat 8,25 persen. Angka tersebut melanjutkan tren penurunan setelah pada pertengahan 2026 terdapat sekitar 764 dari 9.235 balita mengalami stunting atau 8,27 persen.

Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta Budi Santosa Asrori mengatakan, pembelajaran berbasis hasil digunakan agar peningkatan kemampuan ASN berkaitan langsung dengan target organisasi dan kebijakan pemerintah daerah.

“OBL berorientasi pada hasil dan dikaitkan dengan penyelesaian permasalahan nyata dalam pelaksanaan tugas. Kami berharap peningkatan kompetensi ASN tidak berhenti di ruang kelas, namun benar-benar terhubung dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Program tersebut melibatkan 18 pejabat pengawas yang terdiri atas tiga lurah, 12 kepala seksi pemberdayaan masyarakat di kelurahan, dua kepala jawatan sosial di kemantren, serta satu kepala seksi promosi kesehatan masyarakat pada Dinas Kesehatan.

Peserta dipilih berdasarkan keterkaitan tugas dan interaksi langsung dengan masyarakat agar hasil pembelajaran dapat diterapkan dalam pencegahan stunting di wilayah masing-masing.

Pembelajaran berlangsung pada 21 September hingga 23 Desember 2026 dengan total 409 jam. Setelah pelaksanaan program, dampak penerapannya akan dipantau dan dievaluasi untuk mengukur hasil pembelajaran terhadap upaya penurunan stunting di Kota Yogyakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Rona
Barengi Modernisasi dengan ...
Olahraga
Bayern Munich Kehilangan Sa...

Yuk “Jelong-jelong” ke Tujuh Pulau lewat Tour de EnTeTe

50 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Yuk “Jelong-jelong” ke ...
Luar Negeri
Gempuran AI, Bagaimana Seni...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.