Bahaya Asap Karhutla bagi Kesehatan, Kenali Risikonya dan Cara Melindungi Diri
📅 Sabtu, 17 Okt 2026, 10:43 WIB | Oleh: Tim PenulisKebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga membawa ancaman bagi kesehatan masyarakat. Asap yang dihasilkan dapat terbawa angin hingga menjangkau kawasan permukiman, bahkan wilayah yang cukup jauh dari lokasi kebakaran.
Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat berisiko menghirup berbagai polutan berbahaya yang terkandung dalam asap. Dampaknya tidak selalu langsung terasa. Sebagian orang mungkin hanya mengalami mata perih atau tenggorokan kering, sementara yang lain dapat mengalami gangguan pernapasan yang lebih serius.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan penyakit jantung termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Bagi mereka, paparan asap dapat memperburuk kondisi kesehatan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Mengurangi aktivitas di luar ruangan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan ketika konsentrasi asap meningkat. Namun, masyarakat juga perlu mempersiapkan kebutuhan kesehatan di rumah agar tidak harus sering bepergian saat kualitas udara sedang tidak sehat.
Persediaan masker, obat rutin, dan perlengkapan kesehatan dasar dapat membantu keluarga menghadapi situasi tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan ini, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan apotek online seperti K24Klik sehingga pembelian produk kesehatan tertentu dapat dilakukan tanpa perlu keluar rumah.
Meski akses kebutuhan kesehatan kini semakin mudah, perlindungan utama tetap dimulai dari pemahaman mengenai bahaya asap karhutla, cara mengurangi paparan, serta kemampuan mengenali gejala yang membutuhkan pertolongan medis.
Mengapa Asap Karhutla Berbahaya?
Asap kebakaran hutan dan lahan mengandung campuran gas serta partikel pencemar udara. Salah satu komponen yang menjadi perhatian adalah particulate matter berukuran 2,5 mikrometer atau lebih kecil, yang dikenal sebagai PM2.5.
Ukuran partikel yang sangat kecil memungkinkan PM2.5 masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru. Paparan partikel ini juga berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan pada sistem pernapasan dan kardiovaskular.
Ketika seseorang menghirup udara yang tercemar asap secara terus-menerus, tubuh dapat mengalami respons peradangan. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk penyakit yang sudah ada, terutama pada orang dengan gangguan pernapasan kronis.
Tingkat risiko kesehatan dipengaruhi oleh konsentrasi polutan, lamanya paparan, serta kondisi kesehatan masing-masing individu. Semakin tinggi pencemaran dan semakin lama seseorang terpapar, semakin besar pula potensi dampaknya.
Gangguan Kesehatan Akibat Asap Karhutla
Paparan asap karhutla dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, baik dalam waktu singkat maupun akibat paparan berulang.
1. Iritasi Mata, Hidung, dan Tenggorokan
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!