Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Penularan, PB IDI Dorong Edukasi Deteksi Dini Cacar Monyet di Indonesia

📅 Rabu, 08 Nov 2023, 00:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Penularan, PB IDI Dorong Edukasi Deteksi Dini Cacar Monyet di Indonesia Doc: ANTARA/Erlangga Bregas Prakoso
Ket. Tangkapan layar Ketua Satgas Monkeypox PB IDI Hanny Nilasari dalam konfrensi pers virtual di Jakarta, Selasa (7/11/2023).

JAKARTA - Cegah penularan, Pengurus Ikatan Besar Dokter Indonesia (PB IDI) mendorong edukasi yang lebih luas tentang cara penularan, pencegahan, dan deteksi dini terkait dengan infeksi cacar monyet atau monkey pox.

"Banyak masyarakat yang belum terinformasi dengan baik mengenai monkey pox, diperlukan penyebaran edukasi secara luas kepada masyarakat umum tentang infeksi ini, terutama cara penularan, pencegahan, dan deteksi dini," kata Ketua Satgas Monkeypox PB IDI Hanny Nilasaridi Jakarta, Selasa.

Dia mengatakan penularan cacar monyet saat ini masih didominasi melalui kontak seksual.

Untuk itu, ia juga menyarankan masyarakat menghindari orang yang terinfeksi cacar monyet dengan tidak melakukan kontak fisik, seperti tidak menggunakan barang bersama misalnya handuk yang belum dicuci, pakaian yang belum dicuci, atau berbagi tempat tidur, alat mandi dan perlengkapan tidur seperti sprei, dan bantal.

"90 persen penularan melalui kontak erat dan terutama kontak seksual. Hindari kontak fisik dengan pasien terduga monkey pox," kata dia.

Gejala cacar monyet biasanya diawali nyeri kepala kemudian diikuti demam lebih dari 38 derajat Celisus dan nyeri tenggorokan dan pembesaran kelenjar getah bening, diikuti munculnya ruam setelah satu atau tiga hari.

Penampakan ruam berupa ruam merah yang jumlahnya sedikit, tersebar secara regional artinya misalnya di area lengan, kemudian ada di area genital, tungkai dan lainnya.

Gejala ini berbeda dengan cacar air yang biasanya ditandai demam hingga 39 derajat Celsius, lalu ruam yang muncul dalam satu waktu bisa banyakmanifestasi, yaitu bisa berupa kemerahan, bintil, lenting, dan ini ada di berbagai fase.

Adapun ruam pada cacar air umumnya diikuti oleh rasa subjektif gatal. Angka kematian akibat penyakit ini jarang, terutama pada anak-anak.

Hanny mengatakan untuk populasi risiko tinggi misalnya memiliki multipartnerdan kondisi imunokompromais seperti autoimun dan penyakit kronis lainnya sedapat mungkin hindari perilaku yang berisiko. Hubungan seksual harus dilakukan dengan aman menggunakan kondom serta melakukan vaksinasi.

Untuk pemeriksaan kasus terduga cacar monyet perlu dilakukan pemeriksaan awal berupa wawancara tentang perkembangan penyakit, pemeriksaan lesi kulit dan organ-organ secara detail dan lengkap, serta pemeriksaan tes usap, yakni pemeriksaan laboratorium khusus dengan mengambil cairan dari lenting, keropeng, dan kelainan kulit.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, saat ini terdapat 35 kasus cacar monyet di Indonesia. Dari jumlah itu, 29 kasus berada di DKI Jakarta, lima kasus di Jawa Barat, dan satu kasus di Banten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.