Capital Outflow Tembus Rp10 Triliun: Investor Asing Tak Lagi Betah di RI?
📅 Jumat, 18 Jul 2025, 23:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Capital outflow bukan hanya soal uang keluar, tapi soal kepercayaan yang luntur.
Jika tidak ditangani, bisa memicu gejolak ekonomi yang lebih luas, dari pelemahan rupiah hingga perlambatan ekonomi nasional.
Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik sebesar Rp10,49 triliun pada pekan ketiga bulan ini, yakni periode transaksi 14-17 Juli 2025.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (18/7), merinci bahwa terdapat modal asing keluar bersih di pasar saham dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing sebesar Rp1,91 triliun dan Rp8,95 triliun.
Namun, terdapat modal asing masuk bersih di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp380 miliar. Dengan demikian, modal asing keluar bersih menjadi sekitar Rp10,49 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak awal tahun ini hingga 17 Juli 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham dan SRBI masing-masing sebesar Rp58,01 triliun dan Rp48,07 triliun. Sedangkan modal asing masuk bersih di pasar SBN sebesar Rp59,97 triliun.
Premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia 5 tahun tercatat turun dari 74,23 basis point (bps) per 11 Juli 2025 menjadi 73,49 bps per 17 Juli 2025.
Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis di level Rp16.320 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (18/7), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Kamis (17/7) di level Rp16.325 per dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun indeks dolar AS (DXY) tercatat menguat ke level 98,73 pada akhir perdagangan Kamis (17/7).
DXY merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama antara lain euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.
Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun tercatat stabil di level 6,56 persen pada Jumat (18/7) pagi, dari sebelumnya 6,57 persen pada akhir perdagangan Kamis (17/7).
Sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun naik ke level 4,451 persen pada akhir perdagangan Kamis (17/7).
Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!