Calon Wagub DKI Rano Karno Sebut Jakarta Harus Kolaborasi Atasi Beragam Masalah
📅 Senin, 07 Okt 2024, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Aprillio Akbar
Jakarta - Calon wakil gubernur pada Pilkada DKI Jakarta 2024 nomor urut tiga, Rano Karno menyebutkan Jakarta tidak bisa sendiri maka harus adanya kolaborasi mengatasi beragam masalah di daerah ini dan sekitarnya.
"Salah satunya memang harus berkolaborasi mungkin itu jawabannya," kata Rano menanggapi pertanyaan kolaborasi antar pemerintah dalam tata kelola publik debat perdana Pilkada DKI di JIExpo Jakarta, Minggu.
Rano mengatakan dirinya sudah berpengalaman selama 10 tahun dalam dunia birokrasi di Provinsi Banten, diawali Kabupaten Tangerang dan menjadi Gubernur Banten.
Dia menilai permasalahan Jakarta perlu didukung bersama-sama daerah sekitarnya, maka dari itu lahir konsep Jabodetabek.
"Nah kebetulan saya pernah menjadi ketua koordinator Jabodetabek ini. Jakarta mempunyai populasi sangat unik setiap pagi 14 juta orang dan malam 9 juta orang. Kendaraan hampir 10 juta," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, Jakarta dikelilingi 3.000 industri di Kabupaten Tangerang, Bekasi, dan Bogor yang memiliki industri dengan tingkat populasi sangat tinggi,
Maka itu, menurut dia, setelah Jabodetabek dikembangkan menjadi aglomerasi karena di Jakarta tidak bisa menyelesaikan sendiri masalahnya seperti banjir, macet maupun polusi.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menggelar debat pertama pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Pilkada DKI Jakarta 2024 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu malam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peserta debat tersebut adalah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), paslon nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dan paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel).
Tema yang diangkat dalam debat perdana yakni "Penguatan SDM dan Transformasi Jakarta menjadi Kota Global".
Adapun KPU DKI Jakarta menjadwalkan debat tahap dua dari calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jakarta pada 27 Oktober yang dilanjutkan debat ketiga pada 17 November.
Sebanyak tujuh orang pakar hadir dari berbagai unsur bidang keilmuan yaitu Gun Gun Heryanto, Beky Mardani, R. Siti Zuhro, Nurliah Nurdin, Didik Suhariyanto, Ahsanul Minan dan Andhyta Firselly Utami.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!