Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Burung Cenderawasih, Eksotika Bukit Issoy yang Kini Kian Terancam Kepunahan

📅 Senin, 30 Jun 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Burung Cenderawasih, Eksotika Bukit Issoy yang Kini Kian Terancam Kepunahan Doc: antara foto
Ket. Burung Cendrawasih, kekayaan Papua.

JAYAPURA - Burung cenderawasih (Paradisaeidae) yang terkenal hingga seantero dunia karena keindahan dan eksotika bulu-bulunya menjadi andalan sekaligus daya tarik utama bagi wisatawan yang mengunjungi Bukit Issoy di Rhepang Muaib, Nimbokran, Kabupaten Jayapura, Papua.

Untuk melihat burung cenderawasih di habitat aslinya, wisatawan harus ke kampung Rhepang Muaib di Distrik Nimbokrang dengan menempuh perjalanan sekitar satu setengah jam dari Sentani, ibukota Kabupaten Jayapura, dilanjutkan dengan petualangan berjalan kaki.

Perjalanan menuju desa tempat cenderawasih berkeliaran, pengunjung mesti melewati kampung warga itu. Wisawatan mesti menginap di desa itu, karena burung surga tersebut hanya bisa dilihat pada pagi hari. Ada penginapan di sana dikelola warga setempat.

Untuk melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana keindahan cenderawasih di habitat aslinya, pengunjung harus berjalan kaki mendaki bukit Issyo sekitar tiga hingga empat jam perjalanan. Wisatawan bisa memilihpos pemantauan yang ingin dituju, karena saat ini ada enam pos yang dibangun dan dijadikan tempat untuk melihat burung tersebut.

Ada petualangan menarik bagi pengunjung yang ingin melihat cenderawasih bercengkerama di hutan. Wisatawan harus mulai mendaki mulai pukul 04.30 WIT. Pos pemantauan terdekat bisa ditempuh sekitar tiga jam dengan berjalan kaki.

Cenderawasih kerap muncul di suatu kawasan tertentu pada pukul 06.00-07.00 WIT. Pada waktu seperti itu, burung-burung berbulu indah dan berwarna-warni tersebut bercengkerama satu sama lain dengan menari dan mengepakkan sayapnya. Itulah atraksi luar biasa yang akan membayar petualangan berjalan kaki sebelum matahari muncul di hutan Papua.

Aktifitas burung cenderawasih dimulai pada jam yang sama setiap harinya, sehingga wisatawan bisa memilihapakah akan memantau di pos pertama atau pos lainnya. Pilihan pengunjung akan menentukan lamanya perjalanan. Semua itu sudah diatur oleh pengelola tempat wisata di sana.

Ada enam jenis cenderawasih dapat dilihat langsung di hutan yang hingga kini masih terjaga keasliannya itu. Cenderawasih yang dapat dilihat itu adalah cenderawasih mati kawat (Seleucidis melanoleucus), cenderawasih kuning kecil (Paradisaea minor), cenderawasih paruh-sabit paruh-putih (Drepanornis albertisi), cenderawasih raja (Cicinnurus regius), toowa cemerlang (Ptiloris magnificus), dan Cenderawasih belah-rotan (Cicinurus magnificus).

Pengelola Issyo Hills Bird Waching Alek Waisimon mengatakan, minat wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara, untuk melihat langsung burung Cenderawasih di habitatnya terus meningkat. Hampir setiap bulan ada kelompok wisawatanyang datang.

Apalagi saat ini musim burung cenderawasih kawin. Selama Juni hingga September, wisatawan dapat melihat cenderawasih jantan, yang memiliki bulu lebih indah dibandingkan betina, mencari pasangan dengan mengepakkan sayapnya sambil bersiul.

Tidak mudah mendapatkan momen melihat langsung keceriaan burung surga itu di hutan yang masih terjaga keasliannya karena terkadang cuaca tidak mendukung. “Saat hujan turun maka kita tidak bisa melihat dan mendapati burung tersebut," kata Alek seraya mengaku di setiap pos pemantauan jenis burung cenderawasih yang ditemui berbeda.

Di posko pemantauan 1 dapat dilihat tiga jenis yakni cenderawasih mati kawat, cenderawasih minor dan cenderawasih raja, sedangkan di posko 6 ada cenderawasih toowa cemerlang.

Upaya Pelestarian

Peneliti cendrawasih Edoward Krisson Raunsay menyatakan apresiasinya atas upaya pelestarian burung cenderawasih yang disertai upaya menjaga lingkungan burung tersebut yang saat ini habitatnya makin terancam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.