Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bursa Karbon RI Tunjukkan Daya Saing Global, Ungguli Negara Lain

📅 Selasa, 22 Apr 2025, 13:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bursa Karbon RI Tunjukkan Daya Saing Global, Ungguli Negara Lain Doc: ANTARA/ Muhammad Heriyanto
Ket. Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) bersama Kementerian Lingkungan Hidup menyelenggarakan Pembukaan CarboNEX2025 di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

JAKARTA - Potensi perdagangan karbon di Indonesia sangat besar, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Perdagangan karbon di Indonesia memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan hingga Rp8.000 triliun, bahkan lebih, dengan adanya Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon) dan regulasi yang mendukung. 

Selain itu, perdagangan karbon juga dapat membantu Indonesia mencapai target Net Zero Emissions pada 2060 dan berkontribusi pada upaya mitigasi perubahan iklim global. 

IDXCarbon, yang merupakan platform perdagangan karbon yang dikembangkan oleh BEI, memainkan peran penting dalam memfasilitasi perdagangan karbon di Indonesia dan mengintegrasikannya ke pasar global. 

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyampaikan capaian transaksi perdagangan Bursa Karbon Indonesia atau IDXCarbon lebih tinggi dibandingkan bursa- bursa karbon di negara lain.

Ia menyebut, capaian transaksi perdagangan IDXCarbon mencapai dua kali lipat dibandingkan bursa karbon di Jepang, juga yang ada di Thailand dan Vietnam.

“Kalau kita bandingkan dengan bursa karbon di Jepang, transaksi kita dua kali lipat dibandingkan dengan bursa Jepang. Serta (dengan) negara-negara lain yang baru saja merancang bursa karbonnya, seperti Thailand dan Vietnam,” ujar Iman di Main Hall BEI, Jakarta, Selasa (22/4).

Menurutnya, IDXCarbon memiliki ketertarikan, yang mana telah mendapatkan permintaan (demand) dari pemilik-pemilik proyek di luar negeri yang ingin mendaftarkan dalam memperdagangkan karbon kreditnya di Indonesia.

“Fokus kami saat ini adalah membuka perdagangan unit karbon Indonesia kepada audiens internasional selebar-lebarnya,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada 26 September 2023, Iman mengungkapkan nilai transaksi IDXCarbon mencapai Rp77,91 miliar dengan volume transaksi mencapai 1.598.703 tCO2e (ton ekuivalen) unit karbon hingga 17 April 2025.

Capaian itu melebihi volume transaksi perdagangan karbon sepanjang tahun 2024 yang sebesar 413.764 tCO2e, serta sepanjang tahun 2023 yang sebesar 494.254 tCO2e.

Sampai 17 April 2025, pengguna jasa IDXCarbon telah meningkat 587 persen menjadi sebanyak 111 pengguna jasa dibandingkan saat peluncuran sebanyak 16 partisipan.

Sampai saat ini, telah terdapat tujuh proyek pengurangan emisi berbasis teknologi yang diperjualbelikan, dengan jumlah available to be traded sebanyak 2.203.119 tCO2e.

Pada 20 Januari 2025, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH/BPLH), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan BEI telah meresmikan Perdagangan Internasional Perdana Unit Karbon Indonesia melalui IDXCarbon.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.