Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Pati Sudewo Naikkan Pajak 250 Persen Malah Asyik Sawer Biduan dengan Segepok Uang di Panggung

📅 Senin, 11 Agu 2025, 10:05 WIB | Oleh:
Bupati Pati Sudewo Naikkan Pajak 250 Persen Malah Asyik Sawer Biduan dengan Segepok Uang di Panggung Doc: X @gojekmilitan
Ket. Potret Bupati Pati Sudewo viral nyawer biduan pakai uang pecahan Rp50 ribu

JAKARTA- Bupati Pati, Sudewo, lagi-lagi menjadi buah bibir di jagat maya. Sayangnya, bukan karena prestasi gemilang atau program inovatif, melainkan karena dua hal yang sama-sama bikin warga mengelus dada, kebijakan pajak yang mencekik dan aksi sawer menyawer yang bikin geleng kepala.

Belum reda amarah warga Pati akibat keputusan Sudewo menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 250 persen, sebuah video dirinya beredar luas dan memicu gelombang komentar panas. 

Dalam video yang diunggah akun X (Twitter) @gojekmilitan pada Kamis (7/8/2025), Sudewo terlihat santai dan sumringah di atas panggung bersama seorang biduan dangdut.

Mengenakan kemeja putih dan celana hitam, sang bupati tampak memegang mikrofon di tangan kanan, sementara tangan kirinya menggenggam segepok uang pecahan Rp50 ribu. 

Sambil melantunkan lagu legendaris Terajana, ia menyodorkan uang itu perlahan, lembar demi lembar, kepada biduan yang tersenyum manis menyambut saweran. Nilainya? Diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Wajah Sudewo tampak begitu bahagia seakan tak ada beban. Goyangan pinggul biduan dan lantunan lagu seakan membuatnya lupa bahwa di luar sana, banyak warga Pati yang mengeluh kesulitan membayar pajak yang melonjak drastis.

Peristiwa ini diketahui terjadi pada acara Sedekah Laut TPI Juwana di Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Sabtu, 19 April 2025. 

Namun, rekamannya baru viral setelah beredar di media sosial. Hingga kini, Sudewo belum memberikan pernyataan resmi terkait aksinya yang menuai protes keras tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Sudewo tersandung kontroversi panggung hiburan. Pada Juni 2025, ia dikritik habis-habisan setelah mengundang grup dangdut seksi Trio Serigala tampil di Pendopo Kabupaten Pati. Penampilan mereka yang penuh tarian sensual dianggap tidak pantas untuk acara pemerintahan.

Sudewo sempat mengaku terkejut dengan atraksi Trio Serigala, dan meminta maaf kepada publik. 

“Itu mestinya dilakukan di luar pendopo. Kejadian ini jadi bahan introspeksi menuju kebaikan,” ujarnya waktu itu.

Namun kini, publik bertanya-tanya, apakah Bupati Pati benar-benar belajar dari pengalaman, atau justru makin betah jadi sorotan dengan aksi-aksi panggungnya yang memicu kontroversi? Yang jelas, warganet sudah siap dengan kritik tajamnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.