Bulog Perketat Pengawasan Harga Beras demi Stabilitas
📅 Senin, 12 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, pengawasan harga beras dimaksimalkan untuk menjaga stabilitas meski Indonesia telah mencapai swasembada komoditas tersebut.
Seperti dikutip dari Antara, Rizal menyampaikan, harga beras di tingkat konsumen tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebagai instrumen pengendalian harga dan perlindungan daya beli masyarakat.
"Kami dengan Bapak Menko Pangan (Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan), dengan Pak Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman) dengan Pak Menteri Perdagangan (Budi Santoso), roadshow keliling hampir seluruh Indonesia melaksanakan sidak di pasar," kata Rizal di sela Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1).
Ia menegaskan, berdasarkan pemantauan Bulog, tidak terdapat lonjakan signifikan harga beras maupun sembako dalam beberapa waktu terakhir, termasuk menjelang periode Natal dan Tahun Baru 2025/2026.
Pengendalian harga dilakukan melalui koordinasi intensif Bulog bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, termasuk Satgas Pangan dengan melaksanakan inspeksi mendadak ke pasar-pasar di berbagai daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyebut, keterlibatan Satgas Pangan yang turun langsung ke lapangan turut berkontribusi menjaga stabilitas harga sehingga tidak ditemukan kenaikan mencolok di tingkat pedagang.
"Termasuk Satgas Pangan juga yang terjun langsung ke lapangan, harganya tidak ada yang menonjol naik. Alhamdulillah, sepengetahuan kami seperti itu," terang Rizal.
Menurutnya, hasil pantauan langsung menunjukkan harga beras medium tetap berada di kisaran maksimal 12.500 rupiah per kilogram, sedangkan beras premium 14.900 rupiah per kilogram.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Buktinya di lapangan enggak ada yang naik (harga beras) gitu loh, karena harga beras medium itu maksimal Rp12.500 per kg, beras premium adalah Rp14.900 per kg," bebernya.
Bulog memastikan pengawasan harga akan terus diperkuat agar stabilitas pangan tetap terjaga, sejalan dengan keberlanjutan swasembada beras dan perlindungan konsumen nasional secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!