Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bukan Sekadar Angkutan, Becak Listrik Disulap Pemkot Malang Jadi Ikon Wisata

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 19:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Angkutan, Becak Listrik Disulap Pemkot Malang Jadi Ikon Wisata Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Arsip Foto - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Ketua Yayasan GSN Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko menjajal becak listrik di kawasan Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jatim.

MALANG – Optimalisasi becak listrik berpotensi menjadi solusi mobilitas mikro yang ramah lingkungan sekaligus pengungkit ekonomi sektor informal.

Dengan biaya operasional lebih rendah dibanding kendaraan berbahan bakar fosil, becak listrik dapat meningkatkan margin pengemudi dan memperluas jangkauan layanan di kawasan perkotaan padat maupun destinasi wisata.

Selain itu, integrasi dengan ekosistem transportasi publik—sebagai feeder jarak pendek—dapat memperkuat konektivitas tanpa menambah beban emisi.

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada dukungan kebijakan dan infrastruktur. Ketersediaan stasiun pengisian, skema pembiayaan terjangkau, serta standar keselamatan menjadi prasyarat utama.

Tanpa itu, adopsi akan berjalan lambat dan tidak merata. Karena itu, pendekatan berbasis klaster—misalnya di kawasan wisata atau pusat kota—dikombinasikan dengan digitalisasi pemesanan dan pelatihan pengemudi, dapat mempercepat skala pemanfaatan sekaligus memastikan keberlanjutan model bisnisnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyusun skema optimalisasi operasional becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari layanan wisata.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang Baihaki di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (26/4), mengatakan sudah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), dan Dinas Perhubungan setempat untuk mematangkan pembentukan peraturan wali kota tentang pemanfaatan angkutan tersebut untuk menunjang sektor pariwisata.

"Regulasi teknis berupa peraturan wali kota untuk becak listrik masih dipersiapkan. Pembahasannya melibatkan pihak-pihak terkait," kata Baihaki.

Bantuan becak listrik untuk Kota Malang diperuntukkan bagi 200 pengayuh becak berusia lansia. Serah terima angkutan kepada penerima manfaat dilakukan, pada 20 Januari 2026 di balai kota setempat.

Beberapa poin yang sedang dibahas, yakni menyangkut detail rute, titik pemberhentian, dan konsep layanan becak listrik berbasis aplikasi digital seusai arahan dari Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.

Baihaki optimistis dengan penataan operasional becak listrik akan meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan kemudahan kepada wisatawan untuk melakukan perjalanan ke setiap destinasi pariwisata di Kota Malang.

"Setelah semuanya berjalan kami akan menghitung dan mengevaluasi bagaimana dampaknya terhadap kunjungan wisata," kata dia.

Berdasarkan data dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, target kunjungan wisata pada tahun 2026 telah ditetapkan sebesar 3,4 juta wisatawan.

Berdasarkan laporan kuartal I 2026 angka kunjungan wisata ke kota itu mencapai 796.688 wisatawan, terdiri dari 787.047 wisatawan nusantara dan 9.841 wisatawan mancanegara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

21 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.