Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN Sebut Limbah Serangga Bermanfaat Tingkatkan Kesehatan Tanaman

📅 Senin, 14 Okt 2024, 22:15 WIB | Oleh:
BRIN Sebut Limbah Serangga Bermanfaat Tingkatkan Kesehatan Tanaman Doc: antara

Postdoctoral Pusat Riset Mikrobiologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Maulana Malik Nashrulloh menjelaskan limbah serangga atau frass, tepatnya yang dihasilkan larva lalat tentara hitam bermanfaat menjadi asupan nutrisi dan meningkatkan kesehatan tanaman.

Penerapan limbah serangga yang disebut BSFL frass ini menawarkan pilihan bagi pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan. Berbagai strategi pemanfaatan yang dapat dilakukan antara lain dengan rekayasa mikrobioma, penambahan langsung suspensi bakteri ke tanah ataupun tanaman.

"Senyawa toksik ataupun kandungan logam berat akan mempengaruhi kualitas frass, sehingga pakan yang digunakan harus memperhatikan kandungan senyawa berbahaya tersebut agar terhindar dari adanya kontaminasi bahan beracun," kata Maulana dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Tak hanya menjadi sumber nutrisi dan mineral, ia menambahkan frass memiliki mikroba yang berguna untuk meningkatkan kesuburan dan kesehatan tanaman.



Adapun BSFL frass dihasilkan dari limbah larva lalat tentara hitam yang terdiri atas kotoran, sisa makanan, dan eksuviae atau kulit bekas ganti kulit serangga.

Maulana memaparkan dalam pemanfaatannya untuk pertanian berkelanjutan, frass memiliki potensi besar sebagai pupuk organik karena kandungan nutrisinya yang kaya, termasuk nitrogen, fosfor, dan kalium, yang esensial bagi pertumbuhan tanaman.

Frass juga dapat berperan dalam peningkatan kualitas tanah karena mampu memperbaiki struktur dan kualitas tanah dengan meningkatkan kandungan bahan organik dan ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Hal ini kemudian dapat membantu meningkatkan kesehatan dan produktivitas tanaman dalam jangka panjang.

Dalam kaitannya mendukung mikrobioma tanah, frass kaya akan mikroorganisme yang bermanfaat, sehingga dapat mendukung keragaman dan aktivitas mikroba di tanah.

Menurut Maulana, mikrobioma tanah yang sehat penting untuk siklus nutrisi dan kesehatan tanaman secara keseluruhan.

Keberadaan mikrobioma sangat berpengaruh terhadap kesehatan tanah karena mempengaruhi penurunan kesuburan yang menyebabkan tanah menjadi padat.

Bila penurunan aktivitas mikrobioma terus menerus berlangsung, imbasnya tak hanya menurunkan kesuburan tanah dan produksi hasil panen, namun juga mengancam keberlanjutan pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.