BRIN Kembangkan Inovasi demi Dukung Produksi Susu Nasional
📅 Senin, 30 Mar 2026, 17:40 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan inovasi berbasis tiga pilar utama tercapainya produksi susu nasional, ungkap Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), R. Nunung Nuryartono.
Nunung memaparkan, hal itu terdiri atas peningkatan genetik ternak, penerapan pertanian cerdas berbasis teknologi seperti Internet of Things (IoT), serta inovasi pakan. Paparnya pada sesi diskusi panel International Strategic Meeting on Scientific Pathways, Sabtu (28/3) di Jakarta.
Nunung menegaskan berbagai teknologi tersebut telah dikembangkan oleh BRIN dan siap diimplementasikan di lapangan. Namun demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut dapat diakses secara luas oleh peternak kecil.
Ia juga menyoroti meningkatnya permintaan produk susu seiring dengan pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional. Termasuk program makanan sekolah yang digagas pemerintah.
“BRIN siap memberikan kepemimpinan ilmiah, dukungan kebijakan, serta jalur inovasi. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun sektor peternakan sapi perah yang tangguh, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara, BRIN juga mendorong koordinasi lintas sektor dengan berbagai kementerian. Termasuk, Kementerian Pertanian, Lingkungan Hidup, dan Perdagangan, guna memastikan pengembangan industri susu berjalan secara komprehensif.
Lebih lanjut, Nunung menjelaskan lima tujuan utama kebijakan yang menjadi fokus pengembangan industri susu nasional. Di antaranya, peningkatan produksi dan produktivitas, pengurangan ketergantungan impor dan peningkatan kesejahteraan petani.
“Kemudian, penguatan sistem peternakan berkelanjutan, serta penguatan rantai nilai industri susu, kelima tujuan ini saling terkait. Peningkatan produktivitas, misalnya, akan berdampak langsung pada kesejahteraan petani sekaligus menekan impor,” tegas dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!