Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPS Catat Angka Kemiskinan di Jawa Tengah Turun Jadi 9,39 persen

📅 Jumat, 06 Feb 2026, 07:17 WIB | Oleh:
BPS Catat Angka Kemiskinan di Jawa Tengah Turun Jadi 9,39 persen Doc: antara foto
Ket. Kepala BPS Jateng Ali Said dalam pernyataan di Semarang, Kamis (5/2).

SEMARANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk miskin di wilayah Jawa Tengah (Jateng) pada September 2025 turun menjadi 3,34 juta orang atau 9,39 persen, turun 0,09 persen dibandingkan Maret 2025.

Kepala BPS Jateng Ali Said dalam pernyataan di Semarang, Kamis (5/2), menjelaskan ada sejumlah faktor yang memengaruhi penurunan tingkat kemiskinan warga, antara lain perekonomian tumbuh 5,37 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan III 2025, produksi padi naik 484 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG), serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun menjadi 4,66 persen.

"Jumlah penduduk miskin di Jateng pada September 2025 tercatat 3,34 juta orang. Kalau dibandingkan Maret 2025 jumlah penduduk miskin mengalami penurunan 21,86 ribu orang. Jika dibandingkan September 2024, tercatat turun sebanyak 51,52 ribu orang," katanya.

Ia mengatakan pengukuran dilakukan menggunakan konsep kebutuhan dasar atau basic needs approach.

Berdasarkan metode pengukuran tersebut, lanjutnya, didapatkan Garis Kemiskinan (GK) sebesar Rp570.870/kapita/bulan, dengan komposisi GK makanan sebesar Rp432.788/kapita/bulan, dan GK bukan makanan Rp138.082.

Bila dikonversi menjadi Garis Kemiskinan Rumah Tangga sebesar Rp2.557.498/rumah tangga miskin/bulan. Diketahui pada September 2025 jumlah anggota keluarga miskin berada pada angka 4,48 anggota rumah tangga.

Apabila dilihat dari indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan, kata dia, dua indikator tersebut tercatat mengalami penurunan.

Indeks kedalaman kemiskinan kota dan desa tercatat sebesar 1,507 pada September 2025 atau menurun dibanding Maret 2025 yang mencapai 1,557.

Sedangkan indeks keparahan kemiskinan pada September 2025 tercatat 0,338 atau menurun dibanding Maret 2025 yang mencapai 0,354.

"Pada September 2025, gini ratio (ketimpangan pengeluaran) menurun dibanding kondisi Maret 2025, yakni dari 0,359 menjadi 0,350 atau turun 0,009 poin," ucap Ali Said .

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.