Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Pandeglang Minta Warga Waspada Banjir Susulan

📅 Rabu, 28 Mei 2025, 14:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Pandeglang Minta Warga Waspada Banjir Susulan Doc: ANTARA
Ket. Sejumlah orang di dekat rumah yang dilanda banjir di Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten.

PANDEGLANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, Banten, meminta masyarakat waspada banjir susulan mengingat hujan yang turun di daerah itu cenderung meningkat.

"Kita berharap warga waspada banjir susulan," kata Sekretaris BPBD dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, di Pandeglang, Rabu (28/5).

Masyarakat selatan Kabupaten Pandeglang dilanda banjir selama tiga hari, mulai Senin (26/5) hingga Rabu (28/5), akibat luapan aliran sejumlah sungai, setelah daerah setempat dilanda hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Namun, banjir yang merendam 2.488 rumah di 22 desa tersebar di delapan kecamatan di daerah itu mulai berangsur-angsur surut.

Sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing dan melakukan penanganan lumpur dan sampah yang berserakan.

"Beruntung, bencana banjir itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka," kata dia.

Dia menjelaskan banjir terjadi beberapa hari terakhir itu karena musim pancaroba dari musim hujan ke kemarau.

Oleh karena itu, BPBD Pandeglang minta masyarakat yang dilanda banjir di delapan kecamatan agar waspada karena banjir susulan masih berpeluang terjadi.

Sebanyak delapan kecamatan yang dilanda banjir itu, yakni Patia, Pagelaran, Panimbang, Sukaresmi, Angsana, Cisata, Sobang, dan Munjul.

Ia juga meminta masyarakat tidak membuang sampah secara sembarangan, seperti ke aliran sungai dan drainase. Banjir di daerah itu, antara lain karena tumpukan sampah di sungai dan drainase sehingga arus air tidak berjalan lancar.

Dalam keadaan cuaca buruk, ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk mengurangi risiko kebencanaan.

"Kami sekarang melakukan penyaluran logistik ke lokasi-lokasi yang dilanda banjir guna mengurangi beban ekonomi masyarakat," katanya.

Sejumlah warga Kecamatan Pagelaran mengaku sudah kembali ke rumah masing-masing karena banjir mulai surut.

"Kami bersama keluarga melakukan pembersihan sampah dan lumpur akibat banjir itu," kata Amin, warga setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

36 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.