Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Relawan di 32 Kecamatan Antisipasi Bencana

📅 Kamis, 07 Nov 2024, 17:26 WIB | Oleh:
BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Relawan di 32 Kecamatan Antisipasi Bencana Doc: ANTARA/Ahmad Fikri

CIANJUR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyiagakan 1.800 Relawan Tangguh Bencana (Retana) di 32 kecamatan guna melakukan pengawasan dan pendataan serta melakukan evakuasi ketika melihat tanda akan terjadinya bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Asep Sukmana Wijaya di Cianjur, Kamis, mengatakan BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem potensi hujan disertai petir atau kilat dan angin kencang selama beberapa hari ke depan.

"BMKG juga memprediksi berdasarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) di Cianjur khususnya di Kecamatan Naringgul, Cidaun, dan Cikadu berstatus waspada dampak bencana alam banjir atau banjir bandang," katanya.

Sehingga, pihaknya melakukan berbagai langkah antisipasi salah satunya menyiagakan 1.800 Retana di setiap kecamatan untuk melakukan pemantauan dan membuat laporan serta melakukan pemetaan hingga proses evakuasi ketika terjadi bencana.

Serta, melakukan berbagai langkah dalam penanganan cepat ketika terjadi bencana termasuk melakukan koordinasi dengan TNI/Polri dan dinas terkait ketika bencana alam longsor dan banjir menutup jalan utama atau penghubung serta mengancam perkampungan warga.

1730975050_19f40f993587b4ee1936.jpeg

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Asep Sukmana Wijaya.

"Seluruh relawan kami siagakan, di mana di setiap desa terdapat lima orang relawan yang setiap hari diminta membuat laporan dan melakukan pengawasan terutama selama cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terjadi selama beberapa hari ke depan," katanya.

Dia mengaku belum menetapkan status siaga bencana karena berbagai pertimbangan, termasuk masih banyak wilayah yang masih mengalami kekeringan akibat musim kemarau, karena hujan belum merata turun di seluruh wilayah Cianjur.

"Namun kami sudah meminta relawan untuk mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terjadinya bencana, segera mengungsi ketika melihat tanda alam seperti curah hujan tinggi dengan intensitas lebih dari dua jam," katanya.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung BMKG, Teguh Rahayu, mengungkapkan peringatan dini tersebut disampaikan BMKG untuk tiga hari ke depan di hampir seluruh Jawa Barat, termasuk Cianjur.

"Diperkirakan pada rentang waktu siang hingga malam, waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang juga petir kilat, sehingga masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah" katanya.

Dampaknya yang harus diwaspadai tutur dia, jembatan tidak bisa dilintasi karena volume air sungai meningkat, terjadi longsor, guguran bebatuan atau erosi tanah dalam skala menengah, sampai aliran banjir berbahaya bagi masyarakat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

32 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.