BPBD Bantul Koordinasi dengan BBWSSO Tangani 9 Lokasi Terdampak Bencana Hidrometeorologi
📅 Kamis, 05 Feb 2026, 19:05 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Hery Sidik
BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tengah mengintensifkan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) terkait penanganan sembilan titik kerusakan infrastruktur akibat bencana hidrometeorologi.
Kerusakan yang meliputi talut, tebing sungai, hingga jembatan ini diperkirakan membutuhkan alokasi anggaran mencapai Rp 26 miliar, sebuah nilai yang melampaui kemampuan fiskal daerah sehingga memerlukan intervensi langsung dari pemerintah pusat.
"Ada sembilan lokasi terdampak bencana di Bantul yang penanganannya jadi kewenangan BBWSSO, dan kita sudah komunikasikan hal itu kepada Balai Besar," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin di Bantul, Kamis.
Pihaknya tidak merinci lokasi mana saja sembilan lokasi terdampak bencana tersebut, namun jika dikalkulasikan anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan kerusakan baik talut sungai, tebing sungai, maupun jembatan mencapai Rp26 miliar.
"Pak Bupati juga sudah membuat surat pemberitahuan kepada Balai Besar maupun kepada TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) DIY terkait dengan penanganan bencana hidrometeorologi di Bantul pada 2025 lalu," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, untuk penanganan yang dilakukan BBWSSO memang ada yang akibat bencana Maret 2025, seperti ambrolnya groundsill atau dam Srandakan, yang sampai saat ini penanganannya sudah sampai 50 persen.
"Untuk penanganan groundsill Srandakan itu akan rampung pada tahun ini untuk menjadi bangunan permanen," katanya.
Selain itu, untuk talut ambrol dengan skala besar dampak bencana hidrometeorologi Maret 2025 di pertemuan Kali Opak dan Oya, wilayah Kalinampu, Pundong dan Bendung Tegal Imogiri, penanganannya dilakukan BBWSSO.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Yang di Kalinampu itu skalanya sepanjang 500 meter dengan ketinggian tebing hampir empat meter. Dan karena lokasi terdampak itu berada di aliran sungai cukup gede, jadi cenderung bergerak dan perlu dikaji oleh BBWSSO," katanya.
Sementara untuk penanganan tebing longsor di Bendung Tegal, berdasarkan informasi saat pertemuan dengan BBWSSO, rencananya akan ditangani pada tahun ini dengan alokasi anggaran sebesar Rp4,5 miliar.
Sedangkan untuk penanganan talut di Kalinampu Pundong, kata dia, membutuhkan anggaran yang cukup besar diperkirakan mencapai sebesar Rp16 miliar, karena menjadi lokasi terdampak yang berat dibandingkan dengan delapan lokasi lainnya.
"Dan sebenarnya di Kalinampu sudah ada satu keluarga yang direlokasi, karena tinggal bukan di wilayah permukiman. Tapi yang jelas asesmen dari kami juga sudah disampaikan ke BBWSSO. Saat ini kami masih menunggu 'follow up' lebih lanjut terkait penanganannya," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!