Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BNPB Bantu Pemkab Tegal Tangani Dampak Banjir Bandang di Kawasan Wisata Guci

📅 Senin, 22 Des 2025, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Bantu Pemkab Tegal Tangani Dampak Banjir Bandang di Kawasan Wisata Guci Doc: Facebook
Ket. Tim gabungan dengan menggunakan alat berat membersihkan obyek wisata Guci usai Sabtu sore diterjang banjir bandang.

MAGELANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendampingi pemerintah daerah dalam penanganan dampak banjir bandang yang melanda kawasan wisata Guci di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Magelang, Jawa Tengah, Senin, mengatakan bahwa banjir bandang tersebut menyebabkan kerusakan sejumlah infrastruktur pendukung kawasan wisata.

Kerusakan yang dilaporkan BPBD Kabupaten Tegal meliputi selang pipa air panas, jembatan penyeberangan kecil di area Pancuran 13, serta pohon tumbang di sekitar Pancuran 5.

Abdul memastikan tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang di kawasan wisata tersebut.

BNPB bersama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tegal telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material lumpur dan puing yang terbawa arus banjir.

Sebagaimana dalam rencana aksi yang diterima BNPB, pembersihan difokuskan pada area pemandian air panas dan jalur akses wisata guna memastikan keselamatan pengunjung dan masyarakat sekitar.

Selain pembersihan, kata Abdul tim petugas gabungan saat ini juga melakukan monitoring kondisi aliran Sungai Gung yang mengaliri kawasan Guci untuk mengantisipasi potensi banjir susulan.

Menurut dia, kawasan wisata Guci sementara ditutup hingga seluruh proses perbaikan dan pembersihan selesai.

BNPB mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi cuaca ekstrem yang berlangsung hingga awal tahun depan yang merupakan puncak musim hujan.

Sebagaimana laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memberikan peringatan dini adanya potensi cuaca ekstrem dalam tiga hari ke depan.

Menurut Abdul, potensi cuaca ekstrem tersebut dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Untuk itu masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca secara berkala, membersihkan saluran drainase, serta memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang.

Apabila hujan lebat berlangsung dalam durasi lama, masyarakat diminta melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman sesuai arahan petugas di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.