Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem  Wilayah Indonesia

📅 Sabtu, 13 Sep 2025, 18:05 WIB | Oleh:
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem  Wilayah Indonesia Doc: BMKG
Ket. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati

JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Indonesia. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memprediksi selama tiga hari ke depan berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat.

Selain Jabodetabek juga terjadi di wilayah lain, seperti, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Kalimantan. "Ekstrem di sini intensitasnya dapat mencapai lebat, yaitu lebih dari 50 mm dalam sehari," kata Dwikorita, Sabtu (13/9).

Bahkan, kata dia, intensitas hujannya dapat mencapai 150 mm dalam waktu sehari. Cuaca ekstrem itu dapat disertai kilat dan petir.

Menurut dia, saat ini cuaca Indonesia sedang dalam peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan. Dimana di beberapa wilayah sedang memasuki musim hujan mulai September ini.

"Sudah ada beberapa wilayah memasuki musim hujan, meskipun tidak serentak," ujar dia.

Dwikorita menyampaikan wilayah lain sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan diprediksi di bulan Oktober.

Selain itu, menurutnya, kondisi ekstrem ini terjadi di peralihan ini karena fenomena ekstrem dikontrol oleh fenomena sesaat. "Itu karena fenomena harian sampai beberapa minggu," ucap dia.

Sedangkan fenomena musim kemarau atau hujan. Menurutnya, hal itu dikontrol oleh fenomena bulanan karena akibat adanya pengaruh angin.

"Kalau kemarau itu anginnya bertiup dari arah benua Australia. Kalau musim hujan anginnya bertiup dari arah benua Asia," kata dia.

Dwikorita menyampaikan saat ini terjadi peralihan dari pengaruh angin yang bertiup dari Australia, menjadi pengaruh angin yang bertiup dari arah benua Asia.

"Ini fenomena yang sifatnya lebih panjang, minimal 10 hari sampai beberapa bulan," ujar dia.

Menurut dia, dalam fenomena yang panjang ini secara bertahap terjadi beberapa fenomena yang sifatnya lokal atau regional seperti saat terjadi hujan ekstrem di Bali beberapa hari lalu.

"Itu akibat fenomena lokal dan regional yang sesaat," ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

25 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.