Bikin Visa AS Kian Sulit, Wisatawan Diperlukan Serahkan Riwayat di Media Sosial
📅 Kamis, 11 Des 2025, 14:07 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
WASHINGTON DC - Pemerintah AS berencana mewajibkan para wisatawan dari negara peserta Program Bebas Visa (VWP) untuk menyerahkan riwayat media sosial (medsos) mereka selama lima tahun terakhir sebagai syarat memasuki negara itu.
Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) mengumumkan pada Rabu (10/12) bahwa pengajuan ESTA (Electronic System for Travel Authorization) akan memasukkan media sosial sebagai elemen data yang wajib diberikan.
"Elemen data itu mewajibkan pemohon ESTA untuk memberikan informasi tentang media sosial mereka dari lima tahun terakhir," kata CBP.
Persyaratan tambahan itu juga mencakup nomor telepon dan alamat email yang digunakan dalam lima sampai 10 tahun terakhir, selain nama, alamat, dan nomor telepon anggota keluarga.
Masyarakat dan lembaga federal AS lainnya diberi waktu 60 hari untuk menyampaikan komentar atas usulan persyaratan baru itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Program Bebas Visa AS mencakup 42 negara, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, dan Korea Selatan.
Setelah warga negara peserta program itu memperoleh persetujuan ESTA, izin tersebut berlaku selama dua tahun atau hingga paspor mereka kedaluwarsa, mana yang lebih dahulu, dan memungkinkan pemegangnya masuk ke AS berkali-kali.
Presiden AS Donald Trump sejak lama bersikap tegas terhadap imigrasi tak terkendali. Dia berjanji saat pelantikannya untuk menghentikan masuknya migran ilegal ke AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jutaan warga asing telah dipulangkan ke negara asal mereka setelah Trump menduduki jabatan presiden untuk kedua kalinya. Ant/Sputnik/RIA Novosti
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!