BI Paparkan Ketahanan Ekonomi Indonesia di Forum Bisnis Swiss
📅 Senin, 16 Jun 2025, 01:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ANTARA/HO-KBRI Bern
Jakarta - Bank Indonesia memaparkan perekonomian nasional yang menunjukkan ketahanan dan prospek pertumbuhan yang positif di tengah ketidakpastian global dan perlambatan ekonomi dunia pada Swiss-Indonesia Innovation and Investment Forum 2025.
Menurut siaran pers Kedutaan Besar RI di Bern pada Minggu (15/6), paparan itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia di London, IGP Wira Kusuma, pada forum tersebut, yang diselenggarakan di Basel, Swiss, pada 11 Juni 2025.
Seperti dikutip dari Antara, menurut Wira Kusuma, sektor fiskal Indonesia difokuskan pada alokasi belanja yang lebih produktif sambil menjaga defisit tetap di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Sektor riil mencatat pertumbuhan solid pada kuartal pertama 2025 dan diproyeksikan tumbuh 4,6–5,4 persen sepanjang tahun.
Sektor keuangan menunjukkan pertumbuhan kredit sebesar 8,8 persen (year-over-year/YoY) dan risiko kredit yang rendah dengan Non Performing Loan (NPL) hanya 2,17 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Mei, Bank Indonesia menurunkan suku bunga BI sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen guna mendukung stabilitas nilai tukar, pengendalian inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Selain itu, total nilai investasi Swiss di Indonesia mencapai 244,9 juta dollar AS (sekitar 3,9 triliun) pada 2024. Angka itu diperkirakan akan terus meningkat dengan berlakunya Indonesia-Swiss Bilateral Investment Treaty (BIT).
Nilai perdagangan kedua negara mencapai 2,37 miliar dollar AS (sekitar Rp38,5 triliun) pada 2024, yang diharapkan akan meningkat dengan adanya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-European Free Trade Association (Indonesia-EFTA CEPA).
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia-EFTA CEPA adalah perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan negara-negara anggota EFTA (Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein).
Hubungan Bilateral
Pada kesempatan itu, Duta Besar Indonesia untuk Swiss Ngurah Swajaya mengatakan Indonesia berupaya memperkuat hubungan kemitraan strategis dengan Swiss, terutama di bidang teknologi kesehatan dan farmasi.
Swajaya menyebut bahwa transformasi sistem kesehatan Indonesia membutuhkan investasi besar di sektor farmasi dan teknologi kesehatan yang terintegrasi.
"Ekosistem industri Swiss yang inovatif dapat menjadi mitra strategis untuk mendukung pertumbuhan sektor ini,” katanya.
Menurut Swajaya, Indonesia dapat memperkuat sistem kesehatan, termasuk mendorong riset, inovasi dan pengembangan teknologi kesehatan, termasuk alat-alat kesehatan dengan bekerja sama dengan Swiss.
Kolaborasi kedua negara diharapkan mampu menjawab tantangan di sektor kesehatan Indonesia dan menciptakan solusi berkelanjutan yang berdampak luas, menurut keterangan KBRI.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!