Berita Gembira, Jakbar Beri Kudapan Bagi 200 Balita Risiko Stunting Mulai Pekan Depan
📅 Selasa, 31 Okt 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Risky Syukur
Jakarta - Berita gembira, Pemerintah Kota Jakarta Barat memberikan kudapan protein hewani bagi 200 balita yang memiliki risiko tengkes atau stuntingdi wilayah tersebut mulai7 November 2023.
Ketua Subkelompok Kesehatan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jakarta Barat, Endang Tri Rahayu menjelaskan, kudapan bagi 200 balita tersebut akan dilakukan selama 14 hari di delapan kelurahan.
"Insyaallah tanggal 7 (November 2023)," ungkap Endang saat dihubungi di Jakarta pada Senin.
Penentuan tanggal tersebut merupakan hasil perubahan dari yang sebelumnya ditentukan pada Minggu ketiga Oktober 2023.
"Nanti diberi dua kali sehari, pagi dan sore. Nah, yang sore itu nanti kita minta kader TP PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) untuk mengkreasikan bentuk kudapannya," katanya.
Jadi, kata dia, bukan sekadar kudapan biasa. Tapi olahan yang enak dan tentunya bergizi," ungkap Endang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Endang menyebutkan, 200 balita berisiko tengkes tersebut terdapat di delapan lokus atau lokasi, yakni Kelurahan Kedaung Kaliangke, Wijaya Kusuma, Jatipulo, Kota Bambu Utara, Tegal Alur, Cengkareng Timur, Rawa Buaya dan Duri Kosambi.
"Masing-masing lokus itu ada 25 anak dengan berat badan yang mulai berkurang (weight faltering). Jadi jumlahnya 200 balita," kata Endang.
Endang menegaskan bahwa 200 balita tersebut masih berada pada level pertama potensi tengkes.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jadi 200 balita itu masih di tingkatan 'weight faltering'atau berat yang mulai berkurang. Jadi misalnya hari ini ditimbang 15 kilogram, terus besoknya tiba-tiba 14 kilogram, maka itu namanya 'weight faltering'. Itu level pertama tingkatan potensi tengkes," ungkap Endang.
Jadi, lanjut dia, tidak serta-merta balita-balita tersebut langsung dikatakan tengkes. "Ada tingkatannya. Pertama 'weight faltering:, terus 'under weight', terus kurang gizi, terus gizi buruk, baru yang terakhir tengkes," kata dia.
Program pemberian kudapan protein selama 14 hari tersebut, kata Endang, dilakukan untuk mencegah 200 balita tersebut dilakukan untuk mencegah mereka naik ke tingkat "underweight' dan kemudian tengkes.
Namun, lanjut dia, pemberian kudapan tersebut hanya asupan tambahan. Makanan pokok dari orang tua tetap menjadi asupan utama.
Dia menyebut, program ini atas kerja sama dengan Dharma Wanita Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya (PAM JAYA) dan dana disalurkan melalui Baznas Baziz Jakarta Barat.
"Nanti setiap anak itu jatahnya Rp25 ribu setiap hari. Itu artinya Rp350 ribu selama 14 hari," ungkap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!