Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Belum Berhasil Ditemukan, Operasi SAR Awak KM Bintang Tamalate Dihentikan

📅 Kamis, 10 Okt 2024, 16:55 WIB | Oleh:
Belum Berhasil Ditemukan, Operasi SAR Awak KM Bintang Tamalate Dihentikan Doc: ANTARA/HO-Basarnas Makassar
Ket. Suasana persiapan penutupan operasi SAR terhadap lima orang awak KM Bintang Tamalate yang dinyatakan hilang sejak 2 Okober 2024 dan belum berhasil ditemukan di Perairan Takalar, Sulawesi Selatan.

MAKASSAR - Operasi Search and Rescue (SAR) terhadap lima orang awak Kapal Motor (KM) Bintang Tamalate yang dinyatakan hilang sejak 2 Oktober 2024 di Perairan Takalar, Sulawesi Selatan, dihentikan meski para korban belum berhasil ditemukan.

"Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga korban telah bersepakat untuk menutup Operasi SAR karena sudah melewati hari ketujuh," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar, Kamis.

Empat dari limaawak kapal yang dilaporkan mengalami kecelakaan tersebut diketahui bernama Daeng Taba, Daeng Pole, Dandy, dan Zul, sementara satu orang lainnya belum teridentifikasi.

Menurut Arif Anwar, operasi pencarian terhadap kelimanya sudah dilaksanakan secara maksimal, namun tidak ditemukantanda-tanda keberadaan para korban.

"Meski operasi SAR telah dihentikan, namun apabila masyarakat memiliki informasi perihal keberadaan para korban, maka operasi dapat dibuka kembali untuk pelaksanaan evakuasi," ujarnya.

Kecelakaan kapal tersebut terjadi pada 2 Oktober 2024. KM Bintang Tamalate berangkat dari Pulau Matalaandi Kabupaten Pangkep dengan tujuan Galesong Utara di Kabupaten Takalar.

Kapal ini membawa empat anak buah kapal (ABK) dan satu penumpang lain. Hingga 3 Oktober 2024 kapal tersebut belum tiba di tujuan, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian itu kepada otoritas pemerintah setempat.

Sejak awal pencarian, hanya bangkai kapal saja yang ditemukan tenggelam di perairan Takalar, sekitar 22 mil laut dari Pulau Tanah Keke, sementara keberadaan para awaknya tidak diketahui.

Operasi pencarian yang dimulai sejak laporan diterima melibatkan berbagai unsur, termasuk Basarnas, BPBD, tim SAR dari beberapa universitas, serta nelayan setempat.

Area pencarian yang cukup luas dibagi menjadi tiga sektor dengan menggunakan tiga Search Rescue Unit (SRU), namun hingga hari ketujuh tidak membuahkan hasil.

Pada hari ketujuh, tepat pukul 17.00 Wita, operasi SAR resmi dihentikan setelah dilakukan evaluasi dan briefing bersama keluarga korban serta instansi terkait. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.