Becak Listrik Siap Jadi Ikon Wisata Malang, Pemkot Matangkan Aturan Operasional
📅 Minggu, 26 Apr 2026, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Malang, Jawa Timur - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyusun skema optimalisasi operasional becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari layanan wisata.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang Baihaki di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (26/4), mengatakan sudah berkoordinasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), dan Dinas Perhubungan setempat untuk mematangkan pembentukan peraturan wali kota tentang pemanfaatan angkutan tersebut untuk menunjang sektor pariwisata.
"Regulasi teknis berupa peraturan wali kota untuk becak listrik masih dipersiapkan. Pembahasannya melibatkan pihak-pihak terkait," kata Baihaki.
Bantuan becak listrik untuk Kota Malang diperuntukkan bagi 200 pengayuh becak berusia lansia. Serah terima angkutan kepada penerima manfaat dilakukan, pada 20 Januari 2026 di balai kota setempat.
Beberapa poin yang sedang dibahas, yakni menyangkut detail rute, titik pemberhentian, dan konsep layanan becak listrik berbasis aplikasi digital seusai arahan dari Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Baihaki optimistis dengan penataan operasional becak listrik akan meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan kemudahan kepada wisatawan untuk melakukan perjalanan ke setiap destinasi pariwisata di Kota Malang.
"Setelah semuanya berjalan kami akan menghitung dan mengevaluasi bagaimana dampaknya terhadap kunjungan wisata," kata dia.
Berdasarkan data dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kota Malang, target kunjungan wisata pada tahun 2026 telah ditetapkan sebesar 3,4 juta wisatawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan laporan kuartal I 2026 angka kunjungan wisata ke kota itu mencapai 796.688 wisatawan, terdiri dari 787.047 wisatawan nusantara dan 9.841 wisatawan mancanegara.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyampaikan sudah mendapatkan pelimpahan kewenangan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk menyiapkan rute becak listrik.
Pihaknya dalam waktu dekat akan membahas hal tersebut dengan paguyuban becak listrik.
"Kalau sementara ini hanya kawasan tertib lalu lintas (KTL) di Jalan Ijen yang tidak boleh dilalui becak tanpa mesin," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki menyatakan akan mempersiapkan tempat pemberhentian atau pool khusus becak listrik di setiap hotel yang dekat dengan tempat pariwisata.
Jumlah becak listrik yang dinilainya paling relevan untuk ditempatkan di hotel minimal dua sampai tiga unit. Kemudian, dilengkapi koordinator angkutan dari Pemkot Malang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!