Basarnas Prioritaskan Suplai Vital Korban Al Khoziny yang Masih Terjebak Reruntuhan
📅 Rabu, 01 Okt 2025, 15:47 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Fahmi Alfian
Sidoarjo, Jawa Timur -- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memprioritaskan suplai vital berupa oksigen, makanan, minuman, hingga infus, terhadap korban berstatus merah yang masih terjebak reruntuhan dalam peristiwa ambruknya mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, di Sidoarjo, Jawa Timur.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Sidoarjo, Rabu, menjelaskan saat ini para korban yang masih terjebak dengan status kesadaran merah memungkinkan untuk bertahan lebih dari batas waktu krusial 72 jam pasca-kejadian yang mendapatkan suplai vital.
"Saat tim dapat mencapai korban, melalui celah-celah di bawah reruntuhan yang tersedia, selama mendapatkan suplai makan, minum, serta infus, maka memungkinkan korban dapat bertahan lebih lama," kata Syafii.
Syafii menyatakan para korban yang terjebak tersebut mampu bertahan lebih dari 72 jam, karena hingga saat ini masih memberikan tanda-tanda kehidupan yang didukung dengan pasokan suplai oksigen, makan, minum, infus, vitamin, serta obat-obatan.
Ia menambahkan dalam prinsip Basarnas serta visi Search and Rescue (SAR) internasional, setiap nyawa korban yang dapat diselamatkan merupakan aset yang tak ternilai harganya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Apalagi yang menjadi korban kali ini merupakan anak-anak yang berpotensi membawa negara menjadi lebih baik di masa depan, maka kami akan terus memprioritaskan upaya penyelamatan korban" kata Syafii.
Adapun, menurutnya, para personel yang diterjunkan dalam proses evakuasi kali ini berjumlah 379 orang yang berasal dari 65 instansi berbeda. Hal itu merupakan bentuk upaya pemerintah untuk menangani peristiwa yang terjadi pada 29 September 2025.
Saat ini tim penyelamatan gabungan menemukan 15 titik korban di bawah reruntuhan bangunan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny. Dari 15 titik tersebut, delapan korban diantaranya dalam tingkat kesadaran warna hitam, sementara tujuh lainnya berada di tingkat kesadaran merah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tim gabungan hingga kini telah berhasil melakukan evakuasi terhadap 11 korban yang sempat terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Dari 11 korban tersebut tiga diantaranya meninggal dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!