Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bantuan Beras dan Minyak Goreng Mulai Dibagikan di Tanjungpinang, Ini Rinciannya

📅 Jumat, 10 Apr 2026, 20:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bantuan Beras dan Minyak Goreng Mulai Dibagikan di Tanjungpinang, Ini Rinciannya Doc: Antara
Ket. Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq.

Tanjungpinang - Perum Bulog Cabang Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), mulai menyalurkan bantuan pangan secara bertahap untuk penerima bantuan pangan (PBP) tahap pertama alokasi Februari-Maret 2026.

Kepala Cabang Bulog Tanjungpinang Arief Alhadihaq mengatakan penyaluran bantuan pangan mulai berjalan sejak sepekan lalu, dan baru menyasar PBP di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Anambas. Penyaluran dilakukan melalui kantor kelurahan.

"Sementara PBP di dua kabupaten lainnya, yakni Kabupaten Bintan dan Kabupaten Lingga, masih dalam tahap persiapan untuk disalurkan," kata Arief di Tanjungpinang, Jumat (10/4).

Arief menjelaskan Bulog belum bisa menyalurkan bantuan pangan sekaligus di empat kabupaten/kota wilayah kerja Bulog Tanjungpinang tersebut, karena menyesuaikan dengan kondisi pasokan bahan pangan, seperti minyak goreng MinyaKita yang masuk secara bertahap dari dua produsen, yaitu Kota Batam dan Pekanbaru, Provinsi Riau.

Selain itu, ia mengatakan Bulog secara nasional juga menghadapi kendala pasokan plastik untuk kemasan beras bantuan pangan imbas perang di Timur Tengah. Seperti diketahui, sebagian besar bahan baku produksi plastik dalam negeri masih diimpor dari Timur Tengah.

"Bantuan pangan yang bisa disalurkan saat ini, merupakan beras kemasan lama. Untuk beras kemasan baru, masih terus disiapkan dan butuh waktu," ujar Arief.

Arief menargetkan penyaluran bantuan pangan di wilayah kerjanya rampung pada 31 Mei 2026. Total PBP tahun ini sebanyak 143.034 orang atau naik dua kali lipat dibanding 2025, yang sebanyak 72.791 orang menjadi.

Masing-masing PBP menerima bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng untuk penyaluran dua bulan sekaligus, yakni Februari dan Maret 2026.

Lebih lanjut ia mengatakan tujuan utama program bantuan pangan adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan, lalu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin dan mengendalikan inflasi karena harga beras.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menstabilkan harga bahan pokok, mengatasi rawan pangan, serta menurunkan angka stunting dengan menjamin akses pangan bergizi bagi masyarakat rentan.

Adapun data penerima bantuan pangan berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), merupakan warga kurang mampu yang terdata dalam data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN) Kemensos RI.

"Bulog hanya bertugas menyalurkan bantuan kepada PBP sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Arief.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.