Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Dunia Kucurkan US$2,5 Juta untuk Tingkatkan UKM di Kenya

📅 Senin, 14 Agu 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Bank Dunia Kucurkan US$2,5 Juta untuk Tingkatkan UKM di Kenya Doc: ERIC BARADAT / AFP
Ket. Dua orang berjalan melewati kantor Bank Dunia di Washington, AS, beberapa waktu lalu. Bank Dunia mengucurkan dana sebesar lebih dari 359 juta shilling Kenya guna menggenjot UKM di Kenya.

NAIROBI - Bank Dunia mengucurkan dana sebesar lebih dari 359 juta shilling Kenya (10 shilling Kenya = 1.059 rupiah) atau sekitar 2,5 juta dollar AS (1 doilar AS = 15.204 rupiah) untuk menggenjot usaha kecil dan menengah (UKM) di Kenya.

Spesialis sektor keuangan senior di Bank Dunia Kenya, Sameer Goyal, pekan lalu, mengatakan pada peluncuran proyek wiraswasta muda Kenya di Nairobi, Ibu Kota Kenya, 50 usaha kecil akan menerima dana hibah berbasis kinerja dengan rata-rata 50.000 dollar AS untuk setiap usaha kecil.

"Kami menargetkan untuk meningkatkan inovasi dan produktivitas di sektor swasta sehingga perusahaan-perusahaan dapat meningkatkan daya saing dan pertumbuhan pendapatan mereka," kata Goyal.

Seperti dikutip dari Antara, Goyal mengungkapkan Kenya akan mendapatkan keuntungan dari peningkatan pendapatan devisa karena beberapa perusahaan sudah terlibat dalam perdagangan ekspor.

Juma Mukhwana, Sekretaris Utama di Departemen Negara untuk Industri Kenya, mengatakan dalam sebuah pidato tertulis bahwa bantuan keuangan ini akan ditargetkan untuk UKM di bidang manufaktur, pertanian, perumahan, dan perawatan kesehatan, serta sektor-sektor superhighway digital.

Dia menambahkan pendanaan ini akan membantu mengembangkan sektor UKM yang kuat dan tangguh dan mampu bertahan melewati guncangan lokal dan global.

Dampak Kekeringan

Keuangan Kenya berada di bawah tekanan dari pembayaran utang yang meningkat dan dampak dari kekeringan terburuk di kawasan Tanduk Afrika dalam empat dekade.

Pada awal Mei, lembaga pemeringkat global Moody's memangkas peringkat utang senior tanpa jaminan Kenya serta peringkat penerbit mata uang asing dan mata uang lokal jangka panjang, mengutip peningkatan risiko likuiditas pemerintah.

Perekonomian diproyeksikan tumbuh 5,8 persen pada tahun 2023, kata bank sentral negara itu pada bulan Maret, naik dari 4,8 persen pada 2022.

Bank Dunia pada akhir Mei, menyetujui pinjaman satu miliar dollar AS ke Kenya untuk mendukung anggarannya karena kekuatan ekonomi Afrika Timur itu menghadapi utang yang tinggi dan mata uang yang melemah.

Peminjaman akan dilakukan melalui instrumen yang disebut pinjaman Operasi Kebijakan Pembangunan (DPO), yang mengikat Kenya untuk melembagakan reformasi yang bertujuan menciptakan ruang fiskal, meningkatkan daya saing pertanian, dan memperbaiki tata kelola.

"Reformasi pemerintah, didukung oleh DPO, akan membantu mencapai konsolidasi fiskal, yang penting untuk mengurangi beban utang dan risiko terkait, dengan cara yang adil dan berkelanjutan," kata Aghassi Mkrtchyan, Ekonom Senior Bank Dunia di Kenya, dalam sebuah pernyataan.

Presiden William Ruto, yang terpilih tahun lalu, berjanji untuk memulihkan disiplin fiskal setelah utang publik melonjak di bawah pendahulunya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.