Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ayo Ubah Gaya Hidup Literasi untuk Tingkatkan Minat Baca

📅 Sabtu, 18 Mei 2024, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Ubah Gaya Hidup Literasi untuk Tingkatkan Minat Baca Doc: ANTARA/Sulthony Hasanuddin
Ket. Seorang bocah memilih buku bacaan di Taman Baca Masyarakat Kolong, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (12/5/2024).

Jakarta - Penulis buku Maman Suherman mengatakan perlu ada perubahan gaya hidup literasi untuk menjadikan buku sesuatu yang menyenangkan dan menghidupi kehidupan masyarakat yang membacanya.

"Saya selalu menyebutnyato enlight, to enrich, to empower, bagaimana menerangi orang yang dari tidak tahu jadi membaca, jadi bisa. Bagaimana buku memperluas wawasan sehingga orang diajarkan untuk berkomunikasi atau mendapatkan buku yang tepat sesuai dengan minatnya,dengan lingkungannya, sesuai dengan kebutuhannya," kata Maman saat menghadiri Perayaan Hari Jadi Perpustakaan Nasional ke 44 di Jakarta, Jum'at.

Dia mengatakan bahwa transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial menjadi cara untuk menghidupi kehidupan masyarakat melalui buku sehingga bisa menaikkan tingkat ekonominya. Misalnya bagi daerah pertanian, keberadaan buku soal pertanian akan sangat dibutuhkan masyarakat di sana sehingga ada nilai ekonomi dari buku yang didapatnya.

Selain itu, perlu ada hal atraktif yang menarik minat orang untuk membaca buku seperti pameran, dialog antar pegiat buku atau musikalisasi puisi agar masyarakat yang datang ke perpustakaan tidak bosan hanya sekedar melihat buku. Seperti yang dilakukan Perpustakaan Nasional yang menggelar Festival Literasi Nusantara yang mengahdirkan banyak pameran manuskrip dan musikal instrumen.

"Buku juga bukan benda mati, semua orang pasti juga akan bosan kalau ke perpustakaan hanya cari buku, mereka mau hal-hal yang atraktif kayak ada pameran, dialog antara pegiat literasi, ada musikalisasi puisi, ada lomba menulis atau membaca yang atraktif, itu yang sebetulnya kita sebut transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial," kata Maman.

Maman mengatakansetiap perpustakaan juga harus mempunyai pustakawan yang mengerti tentang perbukuan, bagaimana mengelola perpustakaan, mengelola penggunaan buku dan bukan hanya katalogisasi. Dia pun menyarankan perpustakaan baik daerah maupun kota membuka kesempatan membuat program magang bagi yang studi di bidang tersebut, karenabanyak lulusan program studi perpustakaan yang masih belum terserap sebagai tenaga kerja.

"Kita punya banyak program studi perpustakaan di sejumlah universitas yang luar biasa, tapi,nggakpernah dikasih target satu perpustakaan satu pustakawan. Dengan kita punya ratusan ribu perpustakaan akan terserap semua tenaga kerja buat lulusan perpustakaan, orang akan suka dengan perpustakaan dan yang mengelola orang yang memang ngerti perpustakaan apakah itu jadi pustakawan ahli atau terampil," kata Maman.

Selain itu, relawan pegiat literasi juga menjadi peran penting untuk mengubah gaya hidup literasi yakni dengan mendekatkan buku kepada masyarakat yang terhalang jauhnya akses menuju perpustakaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.