Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS-Tiongkok Bahas Babak Baru Interaksi Kedua Kepala Negara di Masa Depan

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 09:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS-Tiongkok Bahas Babak Baru Interaksi Kedua Kepala Negara di Masa Depan Doc: ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri Tiongkok
Ket. Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat (AS) Jake Sullivan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi di Beijing pada Rabu (28/8/2024).

ANKARA - Amerika Serikat dan Tiongkok pada Rabu (28/8) sepakat menjaga pertukaran dan komunikasi "tingkat tinggi" di segala level, disamping membahas babak baru interaksi antara kepala negara kedua negara dalam "waktu dekat."

Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengadakan pembicaraan selama dua hari di Beijing.

Keduanya sepakat untuk melanjutkan kerja sama pengendalian obat-obatan, penegakan hukum, repatriasi imigran ilegal, dan mitigasi perubahan iklim, sebut kantor berita Tiongkok, Xinhua.

Wang meminta Washington untuk menghormati kedaulatan Beijing dan sistem politik negara itu.

"Amerika Serikat harus berhenti menekan Tiongkok dalam bidang ekonomi, perdagangan, serta sains dan teknologi," menurut lembaga penyiaran pemerintah CCTV.

Keduanya juga menyetujui pengaturan kelembagaan untuk mengadakan panggilan video antara "komandan pangkalan militer" dari kedua pihak serta putaran kedua dialog antar pemerintah Tiongkok-AS tentang kecerdasan buatan pada waktu yang "tepat", menurut media siaran tersebut.

Sementara menurut pernyataan Gedung Putih, Sullivan dan Wang Yi mengadakan "diskusi yang jujur, mendalam, dan konstruktif tentang berbagai isu bilateral, regional, dan global."

"Mereka menegaskan pentingnya komunikasi antar militer yang rutin,berkelanjutan dan terencana dengan mengadakan panggilan telepon antara komandan pangkalan militer dalam waktu dekat," tambah pernyataan itu.

Mereka juga membahas berbagai macam isu, termasuk langkah selanjutnya mengenai penerapan komitmen KTT Woodside, yang meliputi pemberantasan narkotika, komunikasi antar militer, dan keamanan serta resiko AI.

"Sullivan menekankan bahwa AS akan terus mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah teknologi canggihnya digunakan untuk merusak keamanan nasional kita, tanpa membatasi perdagangan atau investasi secara tidak wajar. Dia juga terus menyuarakan kekhawatiran tentang kebijakan perdagangan China yang tidak adil dan praktik ekonomi nonpasar," kata Gedung Putih.

Praktik ekonomi non-pasarmerujuk pada tindakan atau kebijakan ekonomi yang tidak sepenuhnya didasarkan pada mekanisme pasar bebas atau prinsip-prinsip ekonomi pasar.

Washington telah lama menyerukan jalur langsung karena ketegangan militer dengan Tiongkok meningkat di Selat Taiwan dan Laut Tiongkok Selatan.

Hubungan antara kedua negara besar dunia tersebut telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir karena Beijing tetap curiga terhadap upaya Washington untuk memperkuat aliansi dan kemitraannya di seluruh kawasan Asia-Pasifik.

Beijing menuduh AS mencoba membangun "NATO Asia" di kawasan yang dianggapnya sebagai wilayah pengaruhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.