Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

AS Setujui Penjualan Paket Senjata Senilai 619 Juta Dolar untuk Taiwan

📅 Kamis, 02 Mar 2023, 15:05 WIB | Oleh:
AS Setujui Penjualan Paket Senjata Senilai 619 Juta Dolar untuk Taiwan Doc: AP/Chiang Ying-ying
Ket. Jet tempur F-16 Taiwan terbang dalam formasi dekat di atas Kantor Presiden saat perayaan Hari Nasional di depan Gedung Kepresidenan di Taipei pada 10 Oktober 2021.

TAIPEI - Pemerintah Taiwan pada Kamis (2/3) berterima kasih kepada Amerika Serikat karena telah menyetujui penjualan hingga US$619 juta amunisi dan peralatan terkait untuk jet tempur F-16 di tengah meningkatnya ancaman militer dari Tiongkok.

Focus Taiwan melaporkan, paket senjata kesembilan untuk Taiwan yang disetujui oleh pemerintahan Presiden AS Joe Biden akan membantu meningkatkan kesiapan tempur Angkatan Udara Taiwan. Karena Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok melanjutkan serangannya ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, kata Kementerian Pertahanan Nasional (MND ) dalam sebuah pernyataan.

MND mengatakan, kesepakatan itu menggambarkan komitmen Washington untuk memastikan bahwa Taipei memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri, sesuai dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan dan "enam jaminan".

Penjualan senjata kemungkinan akan dikonfirmasi secara resmi oleh Kongres AS dalam waktu satu bulan, menurut MND.

Pernyataan MND muncul setelah Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) pada Rabu (1/3) mengumumkan bahwa permintaan Taiwan untuk pasokan paket senjata baru senilai US$619 juta telah dikabulkan.

Paket tersebut meliputi 100 AGM-88B High-Speed Anti-Radiation Missiles (HARM), 23 rudal pelatihan HARM, 200 AIM-120C-8 Advanced Medium Range Air-to-Air Missiles (AMRAAM), empat AIM-120C-8 AMRAAM Guidance Section, dan 26 peluncur multiguna LAU-129, kata DSCA.

Amunisi dan peralatan lain dalam paket tersebut meliputi peluncur rudal LAU-118A dengan Aircraft Launcher Interface Computer (ALIC), wadah rudal HARM, bagian dan wadah kontrol AIM-120, AIM-120C Captive Air Training Missiles (CATM), rudal pelatihan udara dummy (DATM), integrasi dan dukungan pengujian dan peralatan, dan elemen terkait lainnya dari dukungan logistik dan program, menurut DSCA.

Penjualan yang diusulkan akan berkontribusi pada keamanan regional dan kemampuan Taiwan dalam mempertahankan wilayah udaranya dan interoperabilitas dengan Amerika Serikat, tetapi tidak akan mengubah keseimbangan militer dasar di kawasan itu, kata DSCA.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) mengatakan, persetujuan paket senjata oleh pemerintahan Biden "sepenuhnya menunjukkan penghargaan tinggi pemerintah AS terhadap kemampuan pertahanan Taiwan."

Di tengah agresi Tiongkok yang meningkat, Taiwan akan terus meningkatkan kemampuan pertahanannya, dan melalui kerja sama keamanan yang erat dengan AS akan menjaga perdamaian di Selat Taiwan dan berkontribusi pada perdamaian jangka panjang, stabilitas, dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik, kata MOFA .

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

16 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.