AS-Jepang Sepakat Masukkan Serangan Luar Angkasa dalam Perjanjian Keamanan Bersama
📅 Kamis, 12 Jan 2023, 16:06 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: defence.gov
WASHINGTON - AS dan Jepang pada Rabu (11/1) mengumumkan serangkaian prakarsa yang akan memperkuat aliansi keamanan kedua negara dan membantu menjamin Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
Mengutip laman Kementerian Pertahanan AS, pejabat AS menegaskan aliansi dengan Jepang merupakan "landasan" untuk keamanan di kawasan. Pembicaraan itu terjadi ketika Tiongkok menjadi lebih tegas di kawasan, Rusia menginvasi Ukrina, dan Korea Utara mengembangkan senjata nuklir.
Pembicaraan itu dilakukan sebelum pertemuan Jumat (13/1) besok antara Presiden Joe Biden dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Gedung Putih.
Para pemimpin keamanan dan pertahanan kedua negara juga membuat keputusan aliansi bersejarah untuk mengoptimalkan postur pasukan Amerika di Jepang "dengan menempatkan kemampuan yang lebih serbaguna, mobile, dan tangguh," kata Menteri Pertahanan AS, Llyod J Austin III.
"Tindakan ini akan meningkatkan pencegahan di wilayah tersebut dan memungkinkan kami membela Jepang dan rakyatnya secara lebih efektif,"kata Austin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para pejabat dari kedua negara juga menetapkan bahwa serangan "ke, dari, atau di dalam ruang angkasa" dapat mengarah pada pemberlakuan Pasal V Perjanjian Keamanan AS-Jepang.
Ini adalah bagian dari perjanjian yang diperbarui untuk mencerminkan tren saat ini: Pada 2019, AS dan Jepang memasukkan dunia maya sebagai domain militer yang akan tercakup dalam Pasal V. Hal ini menjelaskan bahwa ruang angkasa juga termasuk dalam perjanjian tersebut.
Pasal V menyatakan: "Setiap Pihak mengakui serangan bersenjata terhadap salah satu Pihak di wilayah di bawah administrasi Jepang akan berbahaya bagi perdamaian dan keamanannya sendiri dan menyatakan bahwa ia akan bertindak untuk menghadapi bahaya bersama sesuai dengan ketentuan dan proses konstitusionalnya. ."
Sebaiknya Anda baca juga:
Jepang juga memperluas partisipasinya dalam upaya menjaga perdamaian dan stabilitas regional dan akan bekerja dengan para pejabat AS untuk mempercepat pekerjaan dalam "peran dan misi aliansi yang berkembang dan untuk menggunakan kemampuan yang dapat dioperasikan dan canggih."
Bagian dari ini, Jepang akan mendirikan markas gabungan permanen dan akan bekerja dengan para pejabat AS dalam pengaturan perintah-dan-kontrol dengan penekanan pada interoperabilitas dengan pasukan AS.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!