Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Archimedes, Matematikawan dan Penemu Jenius dari Yunani

📅 Selasa, 11 Mar 2025, 06:10 WIB | Oleh:
Archimedes, Matematikawan dan Penemu Jenius dari Yunani Doc: istimewa
Ket. Potret Seorang Cendekiawan Archimedes

Di antara sekian ilmuwan Yunani paling menonjol, Archimedes adalah salah satunya. Ia dikenal sebagai paket lengkap, bukan hanya seorang matematikawan namu juga seorang fisikawan, insinyur, astronom, dan penemu.

Archimedes (lahir 287-212 SM) adalah seorang insinyur dan penemu Yunani yang dianggap sebagai matematikawan terhebat di zaman kuno dan salah satu yang terhebat sepanjang masa. Ia dianggap sebagai penemu sejumlah teknologi yang masih digunakan hingga saat ini (seperti sekrup Archimedes) dan disebut sebagai bapak matematika dan fisika matematika.

Ia lahir di koloni Yunani di Syracuse, Sisilia, dan tinggal di sana sepanjang hidupnya kecuali untuk waktu singkat yang dihabiskannya untuk belajar di Alexandria, Mesir. Di tempat bari ini ia berteman dengan seorang polymath Eratosthenes (lahir sekitar 276-195 SM) dan astronom Conon dari Samos (lahir sekitar 280 hingga sekitar 220 SM).

Setelah kembali ke Syracuse, ia bekerja untuk Raja Hiero II (memerintah 270-215 SM), yang mungkin merupakan kerabatnya. Di kerajaan itu ia didapuk sebagai seorang insinyur dan pemecah masalah negara.

Konon, ia telah merancang atau menyempurnakan sejumlah senjata untuk mempertahankan Sirakusa dari serangan Romawi selama Perang Punisia Kedua (218-201 SM), termasuk sinar panas yang keberadaan dan keampuhannya masih diperdebatkan. Archimedes terkenal karena penemuannya berupa sekrup Archimedes, penggunaan tuas, dan kemajuan matematikanya.

Konon, ia begitu asyik dengan kegiatan intelektualnya sehingga ia sering lupa makan atau mandi. Ketekunannya ini mungkin menjadi penyebab kematiannya karena, setelah jatuhnya Sirakusa ke tangan Romawi pada tahun 212 SM.

Archimedes diperintahkan oleh seorang prajurit untuk mengikutinya, tetapi ia asyik dengan perhitungan matematika dan menolaknya. Ia kemudian dibunuh oleh prajurit itu, yang tidak mengenalinya, atas perintah tegas dari jenderal Romawi Marcus Claudius Marcellus (lahir sekitar tahun 270-208 SM). Ia dianggap sebagai seorang jenius matematika dan teknik pada masanya, dan reputasinya ini masih terpelihara hingga saat ini.

Kehidupan & Alexandria

Hampir tidak ada yang diketahui tentang kehidupan Archimedes kecuali bahwa ia lahir di Syracuse, Sisilia, yang saat itu merupakan bagian dari wilayah yang dikenal sebagai Magna Graecia ("Yunani Raya"), istilah Romawi untuk wilayah yang dihuni oleh kolonisasi Yunani di sepanjang pantai Italia Selatan.

Ayahnya, seorang astronom, bernama Phidias, dan diperkirakan keluarganya berasal dari kelas atas, atau mungkin bangsawan, karena mereka mampu menyekolahkannya di Alexandria. Referensi pertama yang masih ada tentang Archimedes berasal dari karya Polybius (lahir sekitar tahun 200 hingga 118 SM), yang terutama tertarik pada mesin perang yang dirancang Archimedes.

Polybius kemungkinan besar menghilangkan informasi tentang kehidupan Archimedes karena biografinya (yang sekarang hilang) telah diterbitkan. Pada suatu ketika, ayahnya mengirimnya ke Alexandria yang pada saat itu sedang berkembang sebagai pusat intelektual, menyaingi Athena, di bawah Dinasti Ptolemeus (323-30 SM).

Di Alexandria, ia berteman dengan Eratosthenes dari Kirene dan Conon dari Samos, keduanya intelektual terkemuka di kota itu. Conon adalah astronom dan matematikawan yang disegani, dan Eratosthenes adalah kepala Perpustakaan Alexandria dan seorang polymath yang pertama kali menghitung keliling bumi.

Rincian hubungan ini tidak diketahui, tetapi Archimedes cukup mengagumi Eratosthenes untuk mendedikasikan karyanya The Method kepadanya. Kemajuan Astronomi Kemungkinan besar Conon dan Eratosthenes memengaruhi Archimedes dalam disiplin matematika dan astronomi, tetapi setiap dugaan tentang seberapa besar pengaruh itu mungkin masih bersifat spekulatif.

Archimedes konon telah menulis sejumlah karya tentang astronomi, yang disinggung oleh penulis-penulis selanjutnya, tetapi tidak ada satu pun yang bertahan kecuali Sand-Reckoner-nya, yang menghitung ukuran alam semesta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

45 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.